AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi faktor kunci untuk mendorong kinerja ekonomi nasional yang lebih kuat pada 2026 dan 2027.
Penegasan itu disampaikan Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Menurut Perry, terdapat lima bentuk sinergi strategis yang perlu diperkuat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Kelima poin tersebut meliputi penguatan stabilitas serta dukungan terhadap permintaan, mendorong hilirisasi dan industrialisasi berbasis ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan, percepatan ekonomi keuangan digital nasional, serta perluasan kerja sama investasi dan perdagangan internasional.
Baca Juga: BI Genjot Ekonomi Hijau, Tanam 37 Ribu Pohon hingga Dorong UMKM Hijau
“Dengan sinergi itu, insya Allah, kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan lebih baik,” ujar Perry.
Dirinya meyakini bahwa penguatan koordinasi lintas sektor dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Konsumsi dan investasi dinilai berpotensi meningkat, nilai ekspor tetap positif meski ekonomi global melambat, sementara inflasi bisa terjaga dalam rentang sasaran melalui harmonisasi kebijakan moneter, fiskal, dan ketahanan pangan nasional.
Perry menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah akan terus menjadi prioritas BI. Dirinya menyebut bank sentral berkomitmen menjaga nilai tukar agar selaras dengan fundamental ekonomi dan didukung instrumen kebijakan yang kredibel.
“Stabilitas eksternal harus tetap terjaga melalui neraca pembayaran yang sehat, cadangan devisa yang memadai, serta pertumbuhan kredit yang terus meningkat,” kata Perry.
Dirinya menambahkan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh pesat. Oleh karena itu Perry mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat transformasi struktur ekonomi nasional.
Baca Juga: BI Taksir CAD 2025 Tembus 0,7 Persen PDB, Berpeluang Surplus Tipis
Transformasi dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengelolaan sumber daya alam, industrialisasi, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Ke depan, mari kita semakin perkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Bersatu kita tangguh dan mandiri,” ucapnya.
Menurut Perry, stabilitas menjadi syarat fundamental bagi negara mana pun untuk tumbuh kuat di tengah tekanan global.
Dirinya menyebut konsep yang diusung sebagai “stabilitas yang dinamis”, yakni harga yang terkendali, rupiah stabil, aktivitas ekonomi bergerak cepat, dan manfaat dirasakan masyarakat luas.
“Stabilitas yang dinamis, harga-harga terkendali, rupiah stabil, ekonomi bergerak cepat, dan rakyat mendapat manfaat. Itulah Sumitronomics,” tegas Perry.
Lebih lanjut, Perry menilai kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter harus semakin diperdalam untuk menjaga stabilitas.
Sinergi tersebut dilakukan melalui stimulus permintaan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), pembelian SBN oleh BI di pasar sekunder, serta pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).
Selain itu, sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga diperkuat untuk memastikan ketahanan sistem keuangan, termasuk implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) guna mendorong pembiayaan, konsolidasi perbankan, pendalaman pasar keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan perlindungan konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara










