Akurat

AS Perketat Investasi, China Siap Ambil Tindakan!

Demi Ermansyah | 24 Februari 2025, 07:20 WIB
AS Perketat Investasi, China Siap Ambil Tindakan!

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) kembali mengetatkan aturan bagi investor China dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini jelas membuat Beijing geram dan mendorong China untuk mengambil tindakan balasan.

Mengutip dari laman reuters, Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa langkah yang diambil oleh AS hanya akan merusak kepercayaan perusahaan-perusahaan China yang ingin berinvestasi di Amerika. Bahkan Beijing juga menuduh Washington telah menjadikan ekonomi dan perdagangan sebagai alat politik untuk menekan China.

Namun, China bukan negara yang tinggal diam. Dalam beberapa tahun terakhir, China sudah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tekanan ekonomi AS. Salah satunya adalah memperluas hubungan dagang dengan negara-negara lain, termasuk di Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika. Dengan cara ini, China bisa mengurangi ketergantungan pada pasar AS dan tetap menjaga pertumbuhan ekonominya.

Baca Juga: Donald Trump Umumkan Tarif Baru Impor Baja dan Alumunium, Simak Dampaknya untuk Perdagangan Global!

Selain itu, China juga memperkuat kebijakan domestik untuk mendukung industri strategisnya. Beijing telah menggelontorkan investasi besar-besaran dalam pengembangan teknologi dan manufaktur, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, terutama dari Amerika.

Tentunya langkah tersebut terlihat jelas dalam program Made in China 2025, yang menargetkan China menjadi pemimpin dunia dalam sektor teknologi tinggi.

Di sisi lain, China juga merespons dengan kebijakan ekonomi yang langsung menargetkan AS. Salah satu langkahnya adalah menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk Amerika.

Selain itu, China menolak tuduhan AS bahwa mereka gagal menghentikan perdagangan fentanyl, Beijing menyebutnya sebagai alasan semata untuk menjatuhkan sanksi tambahan oleh AS.

Baca Juga: Mengenal Fentanyl, Si Kecil Pemicu Perang Dagang AS-China

Tidak hanya itu, dalam pernyataan terbaru pada Minggu lalu, Kementerian Perdagangan China mengkritik kebijakan pembatasan AS terhadap industri maritim, logistik, dan galangan kapal China.

Menurut mereka, kebijakan tersebut tidak hanya merugikan China, tetapi juga merusak kepentingan ekonomi AS sendiri. Meski hubungan dagang kedua negara sedang memanas, Beijing tampaknya tetap tenang dan fokus pada strategi jangka panjang.

Alih-alih bergantung pada negosiasi dengan AS, China semakin gencar membangun aliansi ekonomi baru dan memperkuat industrinya dari dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.