AKURAT.CO Stablecoin semakin menjadi perbincangan hangat dalam dunia keuangan global. Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller menegaskan bahwa penerapan stablecoin dengan regulasi yang jelas dapat memperkuat posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.
Namun, di tengah perkembangan tersebut, muncul pertanyaan, apakah stablecoin benar-benar inovasi yang menguntungkan atau justru ancaman bagi sistem keuangan tradisional?
Seperti yang diketahui, Stablecoin adalah aset digital yang nilainya dipatok ke mata uang fiat, seperti dolar AS. Keunggulan utamanya adalah kestabilan harga dibandingkan dengan kripto lain seperti Bitcoin atau Ethereum.
Mengutip dari laman Reuters, Sabtu (8/2/2025) Waller menyebut stablecoin sebagai tambahan positif dalam sistem pembayaran global, yang dapat meningkatkan penggunaan dolar dalam perdagangan dan investasi internasional.
"Oleh karena itu, agar manfaatnya bisa maksimal, stablecoin harus memiliki regulasi yang ketat. Waller menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap stablecoin benar-benar didukung oleh cadangan aset yang kuat serta adanya pengawasan yang transparan dari pihak berwenang. Tanpa regulasi yang jelas, ada risiko manipulasi pasar dan kebangkrutan penerbit stablecoin, yang bisa berdampak buruk pada sistem keuangan," paparnya.
"Oleh karena itu, agar manfaatnya bisa maksimal, stablecoin harus memiliki regulasi yang ketat. Waller menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap stablecoin benar-benar didukung oleh cadangan aset yang kuat serta adanya pengawasan yang transparan dari pihak berwenang. Tanpa regulasi yang jelas, ada risiko manipulasi pasar dan kebangkrutan penerbit stablecoin, yang bisa berdampak buruk pada sistem keuangan," paparnya.
Mengacu kepada hasil laporan dari Andreessen Horowitz pada Oktober 2023, lebih dari 99% stablecoin di dunia berbasis dolar AS. Tether (USDT) sendiri menguasai hampir 80% volume perdagangan stablecoin. Ini menunjukkan bahwa stablecoin berperan besar dalam memperkuat dominasi dolar di dunia digital.
Namun, meskipun dominasi dolar masih kuat, ada indikasi bahwa adopsi stablecoin di AS mulai tertinggal dibandingkan dengan pasar luar negeri.
Namun, meskipun dominasi dolar masih kuat, ada indikasi bahwa adopsi stablecoin di AS mulai tertinggal dibandingkan dengan pasar luar negeri.
Laporan Chainalysis pada Oktober 2024 menunjukkan bahwa pangsa transaksi stablecoin di bursa AS turun di bawah 40%, sementara di bursa luar negeri meningkat menjadi 60%. Ini bisa menjadi sinyal bahwa regulasi di AS perlu lebih adaptif agar tidak kehilangan momentum.
Sebagai langkah antisipasi, Senator Bill Hagerty mengusulkan RUU GENIUS pada Februari 2025. RUU ini bertujuan untuk menciptakan regulasi yang jelas bagi stablecoin, termasuk pengawasan ketat dari Federal Reserve bagi penerbit dengan kapitalisasi pasar di atas USD10 miliar.
Sebagai langkah antisipasi, Senator Bill Hagerty mengusulkan RUU GENIUS pada Februari 2025. RUU ini bertujuan untuk menciptakan regulasi yang jelas bagi stablecoin, termasuk pengawasan ketat dari Federal Reserve bagi penerbit dengan kapitalisasi pasar di atas USD10 miliar.
Sementara itu, lanjut Bill, untuk para penerbit dengan nilai lebih kecil akan diatur oleh masing-masing negara bagian.
Selain itu, penasihat kripto Presiden Donald Trump, David Sacks, mengonfirmasi bahwa pemerintah AS berencana mendorong inovasi stablecoin untuk mempercepat perkembangan ekosistem blockchain dan adopsi Bitcoin di dalam negeri.
Selain itu, penasihat kripto Presiden Donald Trump, David Sacks, mengonfirmasi bahwa pemerintah AS berencana mendorong inovasi stablecoin untuk mempercepat perkembangan ekosistem blockchain dan adopsi Bitcoin di dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








