Kena Tarif Energi Trump, Kanada dan Meksiko Cari Jalan Keluar
Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 22:15 WIB

AKURAT.CO Kebijakan tarif baru yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap impor energi dari Kanada dan Meksiko memaksa kedua negara tersebut mencari alternatif baru untuk menyalurkan ekspor minyak mereka.
Pada Sabtu (27/1/2025), Trump menandatangani kebijakan yang menetapkan tarif 10% pada impor energi dari Kanada, serta tarif umum 25% untuk Kanada dan Meksiko.
Dimana kebijakan ini dinilai dapat mengganggu arus perdagangan minyak di kawasan Amerika Utara.
Mengutip dari Reuters, Kanada memiliki sedikit keunggulan dibanding Meksiko dalam menghadapi tarif ini, yaitu melalui pipa Trans Mountain yang menghubungkan Alberta dengan terminal laut di dekat Vancouver.
Jalur ini baru saja diperluas dan mulai beroperasi pada Mei, memungkinkan ekspor minyak ke Asia tanpa terkena tarif AS.
Namun, pipa ini sebelumnya kurang dimanfaatkan karena tarif transportasi yang lebih mahal dibanding mengirim minyak ke AS.
Dengan adanya kebijakan tarif Trump, ada kemungkinan pipa Trans Mountain akan beroperasi lebih maksimal, meskipun hal ini bisa mengurangi suplai minyak bagi kilang-kilang di California, yang saat ini mengandalkan setengah pasokannya dari jalur tersebut.
Selain itu, Kanada juga bisa memperluas kerja sama dengan Eropa, meskipun hal ini memerlukan negosiasi yang lebih panjang dan infrastruktur ekspor yang lebih baik.
Bagi Meksiko, dampak tarif ini bisa lebih besar karena setengah dari ekspor minyak mentahnya saat ini dikirim ke AS. Jika perusahaan penyulingan minyak AS seperti Valero, Chevron, dan Phillips 66 mulai mengurangi pembelian dari Meksiko, negara ini harus mencari pasar baru di Eropa atau Asia.
Sayangnya, ekspor minyak ke Asia dan Eropa berarti jarak pengiriman lebih jauh, yang bisa menekan margin keuntungan bagi perusahaan minyak milik negara, Petroleos Mexicanos (Pemex).
Selain itu, dampak tarif ini bisa terasa lebih luas karena Meksiko masih sangat bergantung pada impor bensin dan diesel dari AS. Jika harga bahan bakar di AS naik akibat kebijakan ini, Meksiko mungkin terpaksa mencari sumber energi alternatif dari Eropa atau Asia, yang bisa meningkatkan biaya logistik dan memperburuk tekanan ekonomi di dalam negeri.
Dengan adanya perubahan pola perdagangan ini, industri minyak global bisa mengalami pergeseran besar. Jika Kanada dan Meksiko mulai mengalihkan ekspornya ke Asia dan Eropa, hal ini bisa mengubah harga minyak dunia dan keseimbangan pasokan di berbagai negara.
Sementara itu, banyak pengamat masih menunggu apakah kebijakan tarif Trump ini hanya langkah sementara atau akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang AS dalam mengontrol perdagangan energi.
Yang jelas, Kanada dan Meksiko kini harus segera beradaptasi dan mencari jalan keluar agar tidak terlalu bergantung pada pasar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









