Indonesia-Kanada Teken CEPA, Kadin: Akses Pasar Lebih Luas Terbuka

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) bersama Business Council of Canada (BCC).
Penandatanganan itu berlangsung di Parliament Hill, Ottawa, Kanada, dan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebutkan penandatanganan MoU ICA-CEPA menjadi tonggak bersejarah dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Kanada.
Baca Juga: Bos Kadin: Tak Bisa Hanya Andalkan Industri Tanpa Ada Wirausaha Yang Sukses
Menurutnya, kesepakatan ini membuka peluang besar bagi dunia usaha dari kedua negara.
“Perjanjian ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia, mulai dari agribisnis hingga manufaktur. Selain itu, juga memberikan kesempatan baru di sektor jasa, ekonomi digital, dan investasi,” ujar Anindya, Kamis (25/9/2025).
Bagi Kanada, lanjut Anindya, perjanjian ini memberikan kepastian akses ke salah satu pasar terbesar di Asia, yakni Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa.
“Ini adalah kemitraan saling menguntungkan yang memperkuat rantai pasok, mendukung UMKM, serta membangun kepercayaan antara kedua bangsa,” katanya.
Produk-produk unggulan Indonesia seperti tekstil, furnitur, otomotif, kopi, kakao, hingga produk agribisnis dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar Kanada dan Amerika Utara melalui kesepakatan ini.
Dengan begitu, daya saing ekspor nasional diharapkan semakin meningkat sekaligus memperluas jejaring perdagangan internasional.
Baca Juga: Kadin Dorong Sinergi Pemerintah-Swasta Sukseskan 3 Juta Rumah
Dari sisi lain, Kanada juga memperoleh keuntungan strategis berupa kepastian pasar di Indonesia, yang menjadi salah satu ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Sektor-sektor penting seperti energi bersih, jasa keuangan, pendidikan, dan teknologi diproyeksikan menjadi bidang kerja sama yang dapat terus dikembangkan.
Kadin Indonesia menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan BCC agar manfaat CEPA dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha, khususnya pelaku UMKM.
“Kami ingin memastikan perjanjian ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,” tegas Anindya.
Kesepakatan Indonesia-Kanada ini juga diharapkan mendukung penguatan rantai pasok global, yang kini menjadi perhatian banyak negara pascapandemi.
Dengan keterlibatan UMKM, kerja sama ekonomi ini diyakini akan lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Selain memperkuat hubungan dagang, ICA-CEPA juga dipandang sebagai langkah penting dalam memperdalam kemitraan strategis kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







