Aduh, Trump Kenakan Tarif Anyar Impor Energi dari Kanada dan Meksiko
Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 22:11 WIB

AKURAT.CO Presiden AS, Donald Trump kembali membuat kebijakan yang berpotensi mengguncang ekonomi global.
Kali ini, ia menerapkan tarif baru terhadap impor energi dari Kanada dan Meksiko, yang bisa mengganggu rantai pasokan minyak di Amerika Utara dan mendorong kenaikan harga bensin di AS.
Pada Sabtu (27/1/2025) lalu, Trump menandatangani perintah yang mengenakan tarif 10% pada impor energi dari Kanada, serta tarif umum 25% untuk Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk China. Kebijakan ini diumumkan oleh pejabat Gedung Putih dalam pernyataan kepada media.
Baca Juga: Jepang Waspadai Dampak Tarif Trump ke Yen
Mengutip dari Reuters, Kanada dan Meksiko merupakan dua pemasok utama minyak bagi AS. Kanada mengirim sekitar 4 juta barel per hari, sementara Meksiko menyuplai sekitar 500.000 barel per hari, yang sebagian besar digunakan oleh perusahaan Valero Energy Corp, untuk kilang minyak di Pantai Teluk.
Sedangkan di wilayah Midwest AS, yang menampung sekitar 23% kapasitas pengolahan minyak nasional, ketergantungan terhadap minyak Kanada sangat tinggi.
Bahkan, beberapa pipa yang sebelumnya mengalirkan minyak dari Pantai Teluk ke Midwest kini justru berbalik arah untuk mengakomodasi pasokan dari Kanada.
Menurut analis Goldman Sachs Group Inc, Samantha Dart dan Daan Struyven memaparkan bahwa kebijakan tarif ini bisa memicu kenaikan harga bensin, terutama di wilayah Midwest, meskipun dampaknya diperkirakan hanya sementara.
Tarif ini juga dikhawatirkan dapat memangkas margin keuntungan perusahaan penyulingan minyak di AS.
Phillips 66 memperingatkan bahwa harga minyak mentah Kanada bisa anjlok, sementara eksekutif Valero Energy Corp. menyatakan perusahaan mungkin akan mengurangi kapasitas produksi akibat lonjakan harga bahan baku.
Dampak tarif ini akan sangat tergantung pada apakah produsen minyak Kanada bisa tetap mengekspor minyak mereka ke negara lain tanpa terkena tarif. Jika ekspor ke Asia dan Eropa tetap berjalan, dampak terhadap harga minyak Kanada mungkin tidak akan terlalu besar.
Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah tarif ini juga akan berlaku untuk minyak mentah Kanada yang transit melalui AS sebelum sampai ke kilang minyak di Ontario dan Montreal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









