Akurat

Trump Ajak Musk Tekan Defisit Fiskal AS

Demi Ermansyah | 19 Januari 2025, 19:40 WIB
Trump Ajak Musk Tekan Defisit Fiskal AS

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat kembali disorot soal defisit anggaran yang kian membengkak. Presiden Terpilih Donald Trump, yang dikenal dengan gebrakan kebijakan kontroversial, menggandeng Elon Musk dalam upaya memangkas pengeluaran. 

Aliansi ini bukan hanya memicu harapan, tetapi juga berbagai keraguan, terutama soal realisasi rencana ambisius mereka.

Mengacu kepada laporan Departemen Keuangan AS (USDT), pemerintah menghabiskan USD711 miliar lebih banyak dari pendapatan dalam tiga bulan pertama tahun anggaran 2025. Jika tren ini terus berlanjut, defisit pada akhir September 2025 diperkirakan mencapai USD2,84 triliun. Angka ini akan mendorong utang nasional ke level mengejutkan, yaitu USD38,2 triliun.
 
Baca Juga: Defisit Fiskal AS Melonjak di Tengah Wacana Pemotongan Pajak

Dilansir Reuters, Minggu (19/1/2025), Trump dan Musk mengumumkan rencana melalui Departemen Efisiensi Pemerintah (D.O.G.E) untuk memangkas defisit sebesar USD2 triliun.
 
Namun, banyak pihak mempertanyakan bagaimana target besar ini bisa dicapai, mengingat pengeluaran terbesar negara berada di sektor pertahanan, Medicare, jaminan sosial, dan bunga utang, yang totalnya mencapai USD5,5 triliun pada 2024.

Pengurangan sebesar USD2 triliun memerlukan pemotongan signifikan di bidang-bidang vital. Misalnya, mengurangi anggaran Medicare atau jaminan sosial akan berdampak langsung pada jutaan warga. Di sisi lain, pemangkasan anggaran pertahanan dapat melemahkan posisi AS sebagai kekuatan global.

Selain itu, jika Trump tetap melanjutkan pemotongan pajak, tantangannya akan semakin berat. Pada tahun anggaran 2024, pajak penghasilan pribadi menyumbang lebih dari 40% pendapatan negara, sekitar USD2,43 triliun. Pemotongan rata-rata 10% saja akan mengurangi pendapatan sebesar USD243 miliar, sehingga upaya untuk memangkas defisit semakin tidak realistis.

Meski rencana ini terlihat menjanjikan, kritik bermunculan dari berbagai ahli. Sebagian besar menilai pendekatan Trump dan Musk terlalu ambisius dan kurang memperhitungkan konsekuensi sosial maupun politik. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, strategi ini dianggap lebih sebagai mimpi daripada solusi nyata.

Namun, bagi pendukung Trump dan Musk, rencana ini menunjukkan keberanian untuk menghadapi masalah yang telah lama diabaikan. Mereka percaya bahwa inovasi dan efisiensi, seperti yang sering digagas Musk, dapat menjadi jalan keluar dari permasalahan defisit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.