Akurat

Tarif Trump Picu Ketidakpastian Ekonomi Global

Demi Ermansyah | 12 Januari 2025, 20:26 WIB
Tarif Trump Picu Ketidakpastian Ekonomi Global

AKURAT.CO Meski ekonomi global diproyeksikan tumbuh stabil pada tahun 2025, ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. 

Beberapa waktu lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa dinamika kebijakan kontroversial tersebut pada akhirnya hanya akan memperlambat pemulihan ekonomi di berbagai kawasan.  
 
“Secara keseluruhan, pertumbuhan global tetap stabil. Tapi kita melihat perbedaan signifikan antara negara dan kawasan,” ucap Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva dilansir New York Times, dikutip Minggu (12/1/2025).
 
 
Menurut Georgieva, ekonomi AS menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dari perkiraan IMF sebelumnya. Namun, situasi ini tidak sama di tempat lain. Uni Eropa cenderung stagnan, India melemah, dan China masih menghadapi tekanan akibat deflasi serta rendahnya permintaan domestik.  
 
“Kebijakan perdagangan AS yang baru akan paling terasa di negara-negara yang terintegrasi erat dengan rantai pasokan global,” ujar Georgieva. 
 
Kawasan Asia dan negara berkembang lainnya , tambahnya, diperkirakan menjadi salah satu yang paling terdampak.  

Bagaimana Dampak pada Pasar Keuangan? 

Pada kenyataannya, kebijakan tarif kontroversial yang diajukan Trump mampu mendorong lonjakan nilai dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi di sebagian besar dunia.
 
Tren ini memberikan tekanan tambahan pada negara-negara berkembang, terutama yang memiliki ketergantungan tinggi pada pembiayaan eksternal.  
 
IMF mencatat bahwa penguatan dolar AS dapat meningkatkan biaya pembiayaan negara-negara berpendapatan rendah, yang pada akhirnya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi mereka. 
 
Selain itu, data ekonomi AS yang kuat, seperti laporan pekerjaan terbaru, menunjukkan bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menunda pemotongan lebih lanjut pada suku bunga acuan, yang juga dapat berdampak pada pasar global.  

Pertumbuhan Ekonomi Global 2025

Mengacu kepada laporan terakhirnya pada Oktober lalu, IMF memang memprediksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,2% untuk 2025. Proyeksi ini akan diperbarui dalam pembaruan World Economic Outlook pada 17 Januari mendatang. 
 
Namun, Georgieva mengindikasikan bahwa angka ini kemungkinan tidak akan banyak berubah, meski terdapat dinamika berbeda di berbagai kawasan.  
 
“AS menunjukkan kinerja lebih baik dari ekspektasi, tetapi kawasan lain menghadapi tantangan signifikan,” tambahnya.  
  
Oleh karena itu, lanjut Georgieva, ditengah ketidakpastian ini, IMF menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi.
 
Georgieva juga mengingatkan bahwa pembuat kebijakan harus tetap waspada terhadap risiko baru yang muncul dari perubahan kebijakan perdagangan di AS. “Kerja sama global adalah kunci untuk menjaga pertumbuhan yang inklusif dan stabil,” tegas Georgieva.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.