Akurat

Trump Ngebet Beli Greenland Gara-gara Ini

Demi Ermansyah | 8 Januari 2025, 17:05 WIB
Trump Ngebet Beli Greenland Gara-gara Ini

AKURAT.CO Greenland kini berada di tengah panggung geopolitik dunia. Lokasinya yang strategis antara Kutub Utara dan Atlantik Utara, serta cadangan mineral yang melimpah, menjadikannya incaran berbagai kekuatan global, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan China.  

Presiden terpilih AS, Donald Trump, kembali mengungkapkan minatnya untuk membeli Greenland bulan lalu, menyebut wilayah itu sebagai "kebutuhan mutlak" bagi keamanan nasional AS. Namun, Perdana Menteri Greenland, Múte B. Egede, dengan tegas menolak ide tersebut. 
 
"Greenland adalah milik rakyat Greenland. Masa depan kami adalah hak kami sendiri," tulis Egede melalui lansiran Bloomberg, Selasa (7/1/2025). 
 
 
Egede, yang dikenal sebagai pendukung kuat kemerdekaan Greenland, juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional. Dalam pidato Tahun Baru pada 1 Januari 2025, ia menekankan bahwa hubungan perdagangan Greenland harus dilakukan langsung dengan negara-negara tetangga, tanpa selalu melalui Denmark.  
 
Langkah menuju kemerdekaan Greenland sebenarnya sudah dimulai sejak 2023, ketika pemerintahnya menyusun draf konstitusi untuk menjadi negara merdeka. Mereka juga memperkenalkan peta kebijakan luar negeri dan pertahanan yang menekankan hubungan lebih erat dengan Amerika Utara.  
 
Di sisi lain, kehadiran Donald Trump Jr. di Greenland pada Selasa menjadi sorotan. Meski ia menyebut kunjungannya bersifat pribadi, spekulasi bahwa kedatangannya terkait dengan rencana pembelian Greenland tidak dapat dihindari. Apalagi, Donald Trump menyatakan dukungannya secara terbuka di media sosial.  
 
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa meski Denmark terbuka untuk investasi AS di Greenland, pembelian wilayah itu bukanlah opsi yang dapat dipertimbangkan.
 
Frederiksen juga tidak memberikan komentar langsung mengenai aspirasi kemerdekaan Greenland, tetapi menyebut bahwa keputusan tersebut sepenuhnya ada di tangan rakyat Greenland.  
 
Dengan posisinya yang strategis dan sumber daya yang melimpah, Greenland tampaknya akan terus menjadi pusat perhatian dunia. Namun, bagi rakyatnya, masa depan mereka tetap menjadi prioritas utama, apakah tetap menjadi bagian dari Denmark atau bergerak menuju kemerdekaan. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.