Tantangan The Fed Turunkan Inflasi, Target 2 Persen Masih Berat

AKURAT.CO Meski sudah ada kemajuan besar dalam menekan inflasi selama dua tahun terakhir, Bank Sentral AS (The Fed) tetap menghadapi tantangan besar untuk mencapai target inflasi 2%.
Dua pejabat The Fed, Mary Daly dan Adriana Kugler, baru-baru ini menegaskan bahwa pekerjaan mereka masih jauh dari selesai.
“Kami belum mencapai target inflasi 2%, jadi perjalanan kami masih panjang,” ujar Adriana Kugler melalui lansiran Reuters, dikutip Minggu (5/1/2025).
Pernyataan tersebut seolah mempertegas bahwa meskipun inflasi telah turun signifikan, masih banyak yang harus dilakukan untuk menstabilkan harga.
Dari data terakhir, inflasi pilihan The Fed tercatat naik 2,4% pada November dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya guncangan kecil yang bisa menjadi ancaman jika tidak diantisipasi dengan baik.
Baca Juga: Inflasi Atau Lapangan Kerja? Dilema The Fed Putuskan Suku Bunga
Langkah The Fed untuk menurunkan suku bunga hingga satu poin persentase penuh sejak September menunjukkan keberanian mereka dalam mengambil tindakan. Namun, pada Desember lalu, arah kebijakan berubah menjadi lebih konservatif, mencerminkan fokus mereka pada stabilitas jangka panjang.
Di balik semua itu, tugas ini bukan tanpa risiko. Meningkatkan suku bunga atau memperketat kebijakan bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan ini menjadi dilema besar bagi The Fed.
Bagi The Fed, menekan inflasi hingga ke angka 2% bukan sekadar target, tetapi juga upaya untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi secara keseluruhan. Namun, seperti yang ditegaskan Kugler, tugas ini membutuhkan kehati-hatian agar tidak menciptakan masalah baru dalam sektor lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










