Inflasi Atau Lapangan Kerja? Dilema The Fed Putuskan Suku Bunga
Demi Ermansyah | 5 Januari 2025, 18:53 WIB

AKURAT.CO Dibalik upaya keras Bank Sentral AS (The Fed) menurunkan inflasi hingga ke target 2%, muncul kekhawatiran baru terkait dampaknya pada pasar tenaga kerja. Meski hingga saat ini pengangguran masih berada di level historis terendah, yakni 4,2% pada November, beberapa pihak mulai waspada terhadap potensi perlambatan di sektor ini.
Menurut Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kebijakan ekonomi. “Saya tidak ingin melihat perlambatan lebih jauh di pasar tenaga kerja,” ujarnya melalui lansiran Bloomberg, Minggu (5/1/2025).
Dimana dirinya mengingatkan bahwa langkah yang terlalu agresif untuk menekan inflasi pada akhirnya hanya akan mengguncang keseimbangan yang kini sudah terbentuk.
Data menunjukkan bahwa inflasi telah melambat, namun belum sepenuhnya stabil. Dalam upaya menjaga stabilitas harga, The Fed telah menurunkan suku bunga hingga satu poin persentase penuh sejak September. Meski kebijakan ini berhasil meredam inflasi, dampaknya pada pasar tenaga kerja perlu terus dipantau.
Senada dengan Daly, Deputi Gubernur The Fed, Adriana Kugler menegaskan bahwa bank sentral tetap perlu berhati-hati. “Kami harus terus menurunkan inflasi ke target 2%, tetapi langkah ini harus dilakukan dengan bijak agar tidak mengorbankan lapangan kerja,” jelasnya.
Senada dengan Daly, Deputi Gubernur The Fed, Adriana Kugler menegaskan bahwa bank sentral tetap perlu berhati-hati. “Kami harus terus menurunkan inflasi ke target 2%, tetapi langkah ini harus dilakukan dengan bijak agar tidak mengorbankan lapangan kerja,” jelasnya.
Dilema ini menjadi sorotan banyak pihak, karena keseimbangan antara inflasi rendah dan pasar kerja yang sehat adalah kunci bagi stabilitas ekonomi jangka panjang. Hingga saat ini, The Fed masih optimis bahwa langkah-langkah mereka tidak akan menyebabkan kerusakan besar pada sektor ketenagakerjaan.
Namun, pasar tenaga kerja Amerika memiliki dinamika yang kompleks. Kenaikan pengangguran yang terlalu tinggi bisa memicu keresahan sosial dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan The Fed ke depan akan menjadi ujian sejauh mana mereka mampu menjaga keseimbangan dua tujuan ini, yakni inflasi rendah dan lapangan kerja penuh.
Dengan situasi yang masih berkembang, The Fed tetap dihadapkan pada pilihan sulit. Langkah mereka dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah target inflasi 2% bisa dicapai tanpa mengorbankan sektor lain yang sama pentingnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









