Dimana menurut laporan dari Kantor Kabinet Jepang melalui lansiran Bloomberg, Selasa (10/12/2024), menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) naik 1,2% secara tahunan hingga September, lebih tinggi dari proyeksi awal 0,9%.
Revisi ini juga melampaui ekspektasi ekonom yang memprediksi kenaikan hanya 1,0%. Pertumbuhan yang lebih kuat ini mendukung pandangan Bank of Japan (BoJ) bahwa perekonomian akan terus tumbuh moderat, meski ekspor dan belanja modal masih menurun.
Namun kenaikan inventaris turut memberikan dorongan. Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, kini mengamati data-data penting, termasuk survei Tankan yang rilis 13 Desember, sebelum menentukan kebijakan pada 19 Desember.
Dalam wawancara dengan Nikkei, Ueda mengisyaratkan bahwa waktu kenaikan suku bunga semakin dekat, membuka spekulasi langkah tersebut bisa diambil bulan ini.
“Data ini semakin mendukung pandangan bahwa ekonomi Jepang cukup tangguh untuk mengurangi stimulus lebih jauh, Inflasi di Jepang juga tetap berada di atas target bank sentral selama lebih dari 30 bulan.” ujar Taro Kimura selaku ekonom Bloomberg Economics.
Sebagai informasi, PDB kuartal ketiga ini menandai pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut. Meski konsumsi tetap kuat meski diterpa topan besar, beberapa ekonom skeptis pertumbuhan ini akan berlanjut karena sebagian besar ditopang pemotongan pajak sekali saja oleh mantan Perdana Menteri Fumio Kishida.
Namun, Berdasarkan hasil survei Bloomberg memperkirakan pertumbuhan 1,5% pada kuartal keempat, memberikan harapan akan kelanjutan tren positif ini.