Akurat

ECB Bisa Pangkas Suku Bunga di Desember 2024

Demi Ermansyah | 26 November 2024, 10:50 WIB
ECB Bisa Pangkas Suku Bunga di Desember 2024

AKURAT.CO Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Martins Kazaks, mengisyaratkan adanya kemungkinan besar bahwa ECB akan kembali menurunkan suku bunga acuannya pada bulan Desember. 

Melalui lansiran Bloomberg, dirinya menegaskan bahwa keputusan ini relevan dengan kondisi ekonomi terkini di Eropa.

“Tentu saja akan ada diskusi, tetapi keyakinan saya adalah bahwa dengan melihat situasi ekonomi di Eropa saat ini, langkah yang perlu diambil adalah melakukan pemangkasan suku bunga lagi pada Desember,” ujar Kazaks, Selasa (26/11/2024).
 
Baca Juga: Bos ECB Dorong Inovasi dan Integrasi Pasar Modal di Uni Eropa

Langkah ini bukanlah hal yang baru bagi ECB, mengingat bank sentral tersebut telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini. Meski begitu, prospek pemangkasan suku bunga di bulan mendatang semakin mempertegas fokus ECB dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus meningkat di kawasan euro.
 
Usut punya usut, dorongan untuk memotong suku bunga kembali didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan pelemahan signifikan dalam aktivitas sektor swasta di zona euro. 
 
Menurut data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis menggambarkan adanya kontraksi tak terduga dalam sektor swasta. Hasil ini mengecewakan banyak pihak dan memicu kekhawatiran bahwa perekonomian zona euro berada dalam kondisi yang lebih rapuh dari perkiraan sebelumnya.

Pasar bereaksi dengan ekspektasi bahwa langkah ECB bulan depan mungkin akan berupa pemotongan suku bunga yang lebih agresif, mencapai setengah poin. Hal ini berbeda dari langkah-langkah sebelumnya yang cenderung lebih konservatif.
 
Pemangkasan setengah poin ini diperkirakan dapat memberikan stimulus tambahan yang dibutuhkan untuk mendorong kembali pertumbuhan di kawasan tersebut.

Namun, di sisi lain, ECB juga dihadapkan pada tantangan lain: inflasi. Data terbaru yang dijadwalkan dirilis akhir minggu ini diperkirakan menunjukkan bahwa tingkat inflasi pada November akan melampaui target 2% yang telah ditetapkan ECB.
 
Jika prediksi ini benar, maka kebijakan moneter menjadi semakin kompleks, mengingat upaya menurunkan suku bunga biasanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan, tetapi juga bisa memicu kenaikan inflasi lebih lanjut.

Langkah-langkah yang diambil ECB selalu berada di bawah pengawasan ketat, mengingat keputusan ini mempengaruhi perekonomian di 20 negara anggota zona euro.
 
Saat ini, kawasan tersebut menghadapi tantangan ganda: di satu sisi ada perlambatan ekonomi yang membutuhkan stimulus moneter, sementara di sisi lain inflasi tetap menjadi ancaman yang harus dikendalikan.

Dalam beberapa bulan terakhir, ECB telah mencoba berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk penurunan suku bunga secara bertahap. Namun, kondisi global yang penuh ketidakpastian, seperti perlambatan ekonomi di negara-negara besar dan ketegangan geopolitik, turut memperberat tugas ECB.

Menurut Kazaks, diskusi internal di kalangan pembuat kebijakan ECB pada bulan mendatang akan sangat penting untuk menentukan arah kebijakan yang paling tepat. 
 
“Kami perlu menimbang semua faktor, tetapi pada akhirnya keputusan harus sesuai dengan tujuan utama kami, yaitu memastikan stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.