Pertumbuhan Penjulan Properti di China Belum Merata, Begini Kata IMF
Demi Ermansyah | 4 November 2024, 23:20 WIB

AKURAT.CO Meskipun pasar properti hunian di China mencatat peningkatan penjualan pada Oktober 2024, pemulihan ini masih belum merata.
Data menunjukkan bahwa penjualan rumah dari enam pengembang milik negara meningkat rata-rata sebesar 26%, sementara pengembang swasta mengalami penurunan penjualan sebesar 24%.
Di mana fenomena ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam manfaat dari kebijakan stimulus pemerintah, yang lebih menguntungkan pengembang milik negara dibandingkan pengembang swasta.
Krisis properti yang berkepanjangan telah mengikis miliaran dolar dari kekayaan rumah tangga, mengurangi daya beli masyarakat, dan memperburuk tekanan deflasi. Krisis ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera melakukan reformasi yang dapat meningkatkan konsumsi domestik.
Krisis properti yang berkepanjangan telah mengikis miliaran dolar dari kekayaan rumah tangga, mengurangi daya beli masyarakat, dan memperburuk tekanan deflasi. Krisis ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera melakukan reformasi yang dapat meningkatkan konsumsi domestik.
Melansir dari Bloomberg, menurut Direktur IMF, Kristalina Georgieva, bahkan memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tahunan China bisa jatuh "jauh di bawah" 4% di masa depan jika tidak ada reformasi struktural.
Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas likuiditas dalam ekonomi yang masih rapuh, bank sentral China telah menyuntikkan dana sebesar USD70 miliar ke pasar uang melalui instrumen kebijakan baru bulan ini.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi bank-bank untuk meningkatkan pinjaman, sehingga mendorong konsumsi domestik dan mendukung sektor properti yang masih rentan.
Namun, tantangan masih membayangi pemulihan ekonomi China. Beberapa pengembang besar, seperti China Vanke Co dan Country Garden Holdings Co, mencatat penurunan tajam dalam penjualan kontrak dan membutuhkan dukungan tambahan dari pemegang obligasi untuk memperpanjang pembayaran obligasi domestik.
Namun, tantangan masih membayangi pemulihan ekonomi China. Beberapa pengembang besar, seperti China Vanke Co dan Country Garden Holdings Co, mencatat penurunan tajam dalam penjualan kontrak dan membutuhkan dukungan tambahan dari pemegang obligasi untuk memperpanjang pembayaran obligasi domestik.
Bagi perusahaan yang menghadapi tekanan likuiditas, peningkatan penjualan bulan Oktober menjadi dorongan, namun belum cukup untuk menutupi kerugian yang signifikan pada kuartal sebelumnya.
Melihat prospek ke depan, para analis memprediksi bahwa pemerintah China akan terus menyalurkan stimulus untuk mendukung pasar properti dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Melihat prospek ke depan, para analis memprediksi bahwa pemerintah China akan terus menyalurkan stimulus untuk mendukung pasar properti dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Namun, untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkeadilan, diperlukan reformasi yang lebih dalam, khususnya bagi sektor swasta. Tanpa dukungan kebijakan yang lebih luas, pemulihan ini dapat menjadi rentan terhadap ketidakpastian ekonomi yang tengah dihadapi China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









