Akurat

Diberi Stimulus, Penjualan Properti Di China Nanjak

Demi Ermansyah | 4 November 2024, 23:18 WIB
Diberi Stimulus, Penjualan Properti Di China Nanjak

AKURAT.CO Pada bulan Oktober 2024, pasar properti hunian di China mencatatkan kenaikan tahunan pertama, berkat serangkaian paket stimulus dari pemerintah yang dirancang untuk menarik kembali minat pembeli. 

Menurut data China Real Estate Information Corp hasil lansiran Bloomberg, penjualan properti oleh 100 perusahaan real estate terbesar naik sebesar 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai nilai total CNY435,5 miliar atau sekitar Rp962 triliun. Angka ini berbalik signifikan dari penurunan 37,7% pada bulan September, dan menunjukkan peningkatan bulanan sebesar 73%.

Langkah-langkah stimulus pemerintah China yang diterapkan dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama dalam pemulihan ini. Kebijakan terbaru termasuk pengurangan biaya hipotek, pelonggaran pembatasan pembelian di kota-kota besar, serta persyaratan uang muka yang lebih rendah. 
 
 
Kebijakan ini berhasil menarik minat konsumen, terutama bagi pengembang milik negara yang mencatatkan peningkatan penjualan rata-rata 26%. Sementara itu, pengembang swasta masih menghadapi tantangan dengan penurunan penjualan rata-rata sebesar 24%, mengindikasikan pemulihan yang tidak merata.

Para analis memperkirakan bahwa pemerintah China akan terus memberikan dukungan kebijakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada akhir tahun ini. 
 
Presiden China, Xi Jinping juga menegaskan pentingnya mencapai target tersebut, terutama menjelang pertemuan legislatif yang akan datang. Kebijakan yang kuat dari pemerintah diharapkan dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah krisis properti yang sempat menggerogoti kekayaan rumah tangga dan menekan daya beli masyarakat.

Di antara langkah-langkah stimulus, pemerintah juga menghapus pembatasan pembelian rumah di beberapa kota besar. Guangzhou menjadi kota pertama yang menghapus semua pembatasan pembelian properti hunian, diikuti oleh kota-kota besar lain seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen yang juga mulai memberikan kelonggaran serupa. 
 
Bank sentral China, melalui People’s Bank of China (PBOC), menyetujui refinancing senilai USD5,3 triliun untuk mendukung kredit pemilikan rumah (KPR) yang ada, memberikan bantuan keuangan kepada jutaan keluarga dan memperkuat sektor properti.

Indeks Bloomberg yang melacak pengembang properti terdaftar juga menunjukkan kenaikan 0,74% pada Jumat pagi, mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar terhadap kebijakan pemerintah. 
 
Bagi para pengembang yang kekurangan likuiditas, peningkatan penjualan ini menjadi harapan baru untuk menarik kepercayaan dari pemegang utang serta menjaga stabilitas finansial.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.