Akurat

Jerman Terbuka: Anti-Klimaks di Mulheim, Langkah 2 Wakil Indonesia Terhenti di Semifinal

Dian Eko Prasetio | 1 Maret 2026, 00:55 WIB
Jerman Terbuka: Anti-Klimaks di Mulheim, Langkah 2 Wakil Indonesia Terhenti di Semifinal
Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, saat tampil di semifinal Jerman Terbuka 2026 di Mulheim An Der Ruhr, Jerman, Sabtu (28/2/2026).

AKURAT.CO, Hasil pahit harus diterima wakil Indonesia pada babak semifinal ajang BWF World Tour Super 300 Jerman Terbuka 2026 yang bergulir di Westenergie Sporthalle, Mulheim An Der Ruhr, Jerman, Sabtu (28/2) waktu setempat.

Dua wakil andalan Merah Putih, Gloria Emanuelle Widjaja/Hee Yong Kai Terry dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, gagal melangkah ke partai puncak usai dijegal lawannya masing-masing.

Ketegangan di poin-poin kritis dan tekanan yang sulit dipecahkan menjadi benang merah kegagalan skuat Garuda untuk mengamankan gelar di tanah Jerman tahun ini.

Pasangan ganda campuran lintas negara, Gloria/Terry, harus mengakui keunggulan unggulan kedelapan asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch.

Tampil kurang lepas, Gloria/Terry menyerah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 16-21.

Gloria mengungkapkan bahwa performa mereka hari ini jauh di bawah ekspektasi dan rencana yang telah disusun.

Ketidakhadiran rasa nyaman di lapangan membuat permainan mereka sulit berkembang sejak gim pertama dimulai.

"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan, tapi secara performa tidak sesuai rencana. Kami sedikit kurang enjoy dan kurang lepas. Dari awal sampai akhir, kami benar-benar tidak bisa keluar dari tekanan," kata Gloria selepas laga.

Sementara Terry mengatakan bahwa upaya mereka mengubah strategi justru menjadi bumerang karena banyaknya kesalahan sendiri yang tercipta.

"Mereka bermain sangat baik dan strategi mereka berjalan efektif. Ini jadi pelajaran buat kami ke depannya," sahut Terry.

Tiwi/Fadia Tergelincir di Poin Tua Lawan Wakil China

Nasib serupa juga menimpa pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Berduel sengit melawan wakil China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo, Tiwi/Fadia harus menyerah lewat drama rubber game dengan skor 18-21, 21-8, dan 19-21.

Sempat menunjukkan dominasi luar biasa di gim kedua dengan skor telak 21-8, performa Tiwi/Fadia justru mengendur di penghujung gim penentuan. Tiwi mengakui adanya penurunan fokus dan sikap terlalu hati-hati di poin-poin tua.

"Di gim ketiga sebenarnya sudah mencoba, tapi di poin akhir saya malah jadi terlalu hati-hati. Padahal seharusnya lebih berani ambil keputusan. Evaluasinya, kami harus lebih fokus di poin akhir dan antisipasi bola setengah," ungkap Tiwi.

Fadia pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, rasa takut melakukan kesalahan justru menjadi celah bagi ganda putri China itu untuk mencuri poin.

"Kami seperti takut melakukan kesalahan, akhirnya justru jadi tidak lepas," tambah Fadia.

Meski gagal di Jerman, Tiwi/Fadia ogah berlarut dalam kesedihan.

Dengan waktu yang sangat mepet, fokus utama mereka kini beralih pada proses pemulihan fisik sebelum terbang ke Birmingham untuk ajang All England.

"Persiapan menuju All England, yang pertama tentu recovery kondisi dulu. Kami tetap mau latihan supaya lebih siap dan ingin memberikan yang terbaik di All England nanti," tegas Fadia.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk memoles aspek mental dan ketenangan pemain dalam menghadapi situasi kritis, terutama menjelang turnamen dengan kasta lebih tinggi di Inggris pekan depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.