Bos Morgan Stanley: China Jadi Cetak Biru Bagi India Bangun Juara Industri

AKURAT.CO CEO Morgan Stanley, Ted Pick, menyebut China sebagai cetak biru bagi India dalam membangun pemimpin industri globalnya sendiri.
Menurutnya, pengalaman China dalam melahirkan perusahaan-perusahaan besar bisa menjadi inspirasi bagi India untuk melangkah ke level berikutnya.
Dalam wawancara dengan Bloomberg Television di Hong Kong, Selasa (4/11/2025), Pick menuturkan bahwa India kini tengah belajar dari perjalanan China dalam menciptakan juara nasional yang mampu bersaing di pasar global.
“India sedang belajar bagaimana melampaui status ‘plus-one’ dan mulai menciptakan pemimpin internasionalnya sendiri,” ujarnya mengutip dari laman Bloomberg.
Baca Juga: PT DPM Kirim Enam Putra-Putri Dairi Kuliah ke China Maret 2026
Pandangan Pick datang di tengah meningkatnya perbandingan antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut. China telah lebih dahulu mencapai skala manufaktur dan inovasi teknologi besar, sementara India tengah mengejar ketertinggalan melalui reformasi digital dan industrialisasi berkelanjutan.
“China menunjukkan bagaimana negara dapat membangun ekosistem industri kuat, dari riset hingga produksi massal, sebab itulah model seperti ini bisa menjadi acuan India untuk melahirkan perusahaan yang mampu bersaing di panggung dunia,” ucapnya.
Meski demikian, Pick menegaskan bahwa India dan China tidak harus diposisikan sebagai pesaing. Keduanya justru bisa tumbuh bersama sebagai pusat kekuatan ekonomi global yang saling melengkapi.
“Saya suka India, tapi saya juga suka China. Anda tidak perlu memilih,” ujarnya.
Baca Juga: Xi Jinping Puji Kebijakan Anti-Kasino Thailand, China Siap Kirim Lebih Banyak Turis
Morgan Stanley sendiri melihat prospek cerah di kedua pasar tersebut. China menawarkan kedalaman likuiditas dan infrastruktur keuangan matang, sementara India memiliki potensi pertumbuhan demografis dan teknologi yang luar biasa.
Bagi investor global, keseimbangan antara dua pasar raksasa ini menjadi kunci dalam strategi alokasi modal ke depan.
“Baik China maupun India menawarkan peluang besar dan keduanya bisa menang,” tegas Pick.
Dengan pandangan ini, Morgan Stanley memperkuat posisinya di Asia, seiring meningkatnya minat investor untuk mencari pasar yang mampu memberikan kombinasi stabilitas, pertumbuhan, dan inovasi jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia







