Akurat

The Fed Ditaksir Turunkan Suku Bunga 25 Basis Poin Lagi di November

Demi Ermansyah | 7 Oktober 2024, 17:47 WIB
The Fed Ditaksir Turunkan Suku Bunga 25 Basis Poin Lagi di November

AKURAT.CO Kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat terus menjadi sorotan, terutama di tengah tantangan inflasi global dan ketidakpastian ekonomi. Menurut Ekonom Senior di Nomura Securities International, Aichi Amemiya mengungkapkan bahwa langkah The Fed menjelang akhir tahun ini.

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg News, Amemiya memperkirakan bahwa Fed akan melanjutkan penurunan suku bunga secara bertahap, dengan pemangkasan 25 basis poin yang kemungkinan besar dilakukan pada bulan November dan Desember.

Menurut Amemiya, sikap dovish dari Ketua Fed Jerome Powell memainkan peran signifikan dalam arah kebijakan ini. "Powell, yang memiliki pengaruh besar di dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), sebelumnya menyampaikan pandangan yang lebih moderat terhadap penurunan suku bunga dalam pidatonya di Jackson Hole pada Agustus. Powell menegaskan bahwa ekonomi AS secara keseluruhan tetap kuat, dan komite tidak berada dalam tekanan untuk menurunkan suku bunga secara agresif," paparnya dikutip Senin (7/10/2024).

Baca Juga: Menkeu Sebut Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berimbas Positif ke Perekonomian Global

Lebih lanjut Amemiya menganalisa bahwasanya pidato Powell tersebut diikuti oleh keputusan FOMC pada bulan September untuk menurunkan suku bunga sebesar setengah poin persentase. Namun, pertemuan ini juga mengungkapkan diskusi yang sangat dekat mengenai apakah Fed akan memilih pemangkasan sebesar 25 atau 50 basis poin.

Amemiya mencatat bahwa keputusan ini cukup tidak biasa, mengingat ketatnya perdebatan hingga menjelang waktu pengambilan keputusan. "Proses komunikasi Fed sangat berantakan menjelang pertemuan tersebut," ujarnya.

Pengaruh Powell

Amemiya meyakini bahwa pengaruh Powell terhadap FOMC sangat kuat, dan ini tercermin dalam keputusan-keputusan kebijakan moneter Fed. Pidato Powell yang moderat di Jackson Hole dan penekanan bahwa komite tidak merasa perlu terburu-buru menurunkan suku bunga menciptakan ekspektasi pasar yang lebih realistis terkait arah kebijakan Fed.

Berdasarkan analisisnya, Amemiya memprediksi bahwa setelah dua penurunan suku bunga tambahan pada November dan Desember, Fed mungkin akan menghentikan penurunan lebih lanjut pada Januari 2024. "Tergantung pada data ekonomi yang masuk, The Fed kemungkinan akan mengadopsi pendekatan penurunan suku bunga triwulanan mulai Maret 2025," kata Amemiya.

Faktor Eksternal Kebijakan The Fed

Namun, perjalanan menuju keputusan kebijakan berikutnya tidak akan mudah. Pada 6-7 November, FOMC akan menggelar pertemuan yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh dua faktor penting: laporan ketenagakerjaan bulan Oktober yang dirilis pada 1 November dan hasil pemilihan presiden dan kongres AS pada 5 November.

Amemiya menekankan bahwa hasil pemilihan politik tersebut bisa menambah lapisan kompleksitas pada keputusan kebijakan moneter, terutama terkait dengan arah fiskal pemerintah berikutnya.

Di sisi lain, meskipun komunikasi kebijakan Fed tampaknya tidak konsisten, terutama menjelang pertemuan September, panduan Powell terhadap komite tetap kuat. Powell mengisyaratkan bahwa meskipun inflasi masih menjadi perhatian, prioritas Fed adalah mempertahankan stabilitas ekonomi tanpa terburu-buru dalam mengambil keputusan besar.

Pertemuan FOMC berikutnya diperkirakan akan menjadi momen penting dalam menentukan arah suku bunga Fed di masa mendatang, dan dengan demikian, semua mata tertuju pada laporan ketenagakerjaan dan hasil pemilihan politik AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.