Akurat Logo

Menkeu Sebut Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berimbas Positif ke Perekonomian Global

Demi Ermansyah | 23 September 2024, 18:25 WIB
Menkeu Sebut Pemangkasan Suku Bunga The Fed Berimbas Positif ke Perekonomian Global

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyoroti kabar positif dari ekonomi global, khususnya keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. 

Di mana keputusan ini dianggap sebagai angin segar bagi pasar global, dan memiliki dampak signifikan pada berbagai sektor ekonomi, termasuk Indonesia. 
 
"Tentunya langkah The Fed ini sudah lama ditunggu-tunggu, mengingat tekanan yang dialami banyak negara, khususnya negara berkembang, akibat kebijakan moneter yang ketat dalam beberapa waktu terakhir," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (23/9/2024). 
 
 
Seperti yang diketahui, penurunan suku bunga The Fed mencerminkan upaya untuk mengurangi ketegangan ekonomi global yang timbul dari kondisi suku bunga tinggi yang sebelumnya diterapkan guna mengendalikan inflasi di Amerika Serikat. 
 
Sebab bagi pasar global, termasuk Indonesia, kebijakan ini dinilai sebagai kesempatan untuk memperbaiki situasi ekonomi, terutama dengan adanya potensi arus modal yang lebih besar ke negara-negara berkembang. 
 
Selama ini, kebijakan moneter ketat telah mendorong banyak investor untuk menempatkan modalnya di aset-aset yang lebih aman, seperti obligasi AS, sehingga mengurangi aliran investasi ke pasar negara-negara berkembang.
 
Sri Mulyani menjelaskan bahwa keputusan ini memberikan optimisme, terutama di sektor finansial. Pasar finansial global selama ini berada dalam tekanan akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung agresif. 
 
"Keputusan ini menciptakan optimisme, terutama di sektor finansial global, yang selama ini menunggu adanya penyesuaian suku bunga untuk meredakan tekanan ekonomi," ungkapnya kembali. 
 
Bagi Indonesia, tambahnya, penurunan suku bunga ini diharapkan bisa mendorong peningkatan arus modal asing, memperkuat stabilitas kurs, dan memudahkan pembiayaan proyek-proyek strategis. 
 
"Sebab hal ini penting mengingat kebutuhan Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu. Dengan stabilitas moneter yang lebih terjaga, pemerintah bisa lebih fokus pada kebijakan fiskal dan investasi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang," paparnya. 
 
Meskipun demikian, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa meskipun sentimen positif ini membawa harapan baru, tantangan dari luar negeri tetap harus diwaspadai. 
 
Di antaranya, situasi geopolitik yang tidak menentu, seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, bisa mempengaruhi volatilitas pasar. Selain itu, perlambatan ekonomi di China dan stagnasi di Eropa tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. 
 
"Meski ada sentimen positif, kita tetap harus waspada terhadap perkembangan ekonomi global lainnya yang bisa mengubah situasi ini dalam waktu singkat," tambah Sri Mulyani.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.