Akurat

Ekonomi Indonesia Tertolong Permintaan Domestik hingga Investasi

Silvia Nur Fajri | 21 Agustus 2024, 18:53 WIB
Ekonomi Indonesia Tertolong Permintaan Domestik hingga Investasi

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor, meski ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda. Pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2024 tercatat sebesar 5,05% year on year (yoy).

Kemudian, Perry menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

"Ekspor mengalami peningkatan berkat permintaan dari mitra dagang utama serta kenaikan ekspor jasa. Sektor industri pengolahan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi," ungkap Perry dalam pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Baca Juga: Indef: Ketidakstabilan Politik Perlambat Pertumbuhan Ekonomi

Secara regional, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan di sebagian besar wilayah Indonesia. “Kami mencatat pertumbuhan tertinggi di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua," kata Perry.

Selain itu, ia menekankan perlunya dorongan terus-menerus untuk menjaga keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian nasional. "Peningkatan konsumsi rumah tangga diharapkan setelah berakhirnya faktor musiman seperti Hari Besar Keagamaan Nasional dan dampak Pemilu pada semester I-2024," ujarnya.

Lebih lanjut, Perry juga menambahkan bahwa kelanjutan proyek strategis nasional diharapkan akan meningkatkan investasi, terutama investasi swasta. Selain itu, kenaikan stimulus fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 akan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%. “Kami terus memperkuat sinergi antara stimulus fiskal pemerintah dan kebijakan makroprudensial BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya dari segi permintaan," tukas Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.