Akurat

Trump Ingin Andil Dalam Keputusan Suku Bunga AS, The Fed Tak Lagi Independen?

Demi Ermansyah | 9 Agustus 2024, 19:41 WIB
Trump Ingin Andil Dalam Keputusan Suku Bunga AS, The Fed Tak Lagi Independen?

AKURAT.CO Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan bahwa fungsi dan tugas dari seorang Presiden Amerika Serikat memiliki peran dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Federal Reserve (Bank Sentral AS).

Oleh karena itu dirinya menegaskan apabila terpilih kembali menjadi presiden maka Independensi Bank Sentral tidak sepenuhnya tetap. "Saya berpikir bahwa presiden seharusnya memiliki suara dalam hal itu," ucap Trump melalui lansiran Reuters.

Tak sampai disitu, Trump juga menambahkan bahwa dengan keberhasilannya dalam bidang finansial, dirinya merasa memiliki insting yang lebih baik dibandingkan banyak orang yang pernah menjadi anggota atau ketua Federal Reserve.
 
Seperti yang diketahui, sebelumnya, pada bulan April Wall Street Journal melaporkan bahwa sekutu Trump sedang merancang proposal untuk mengurangi independensi The Fed jika Trump kembali memenangkan pemilihan presiden.

Meskipun tim kampanye Trump menyangkal keterlibatan dalam laporan tersebut, pernyataan Trump yang baru-baru ini dibuat menunjukkan bahwa dia sejalan dengan tujuan dari proposal tersebut. Jika terpilih, Trump ingin Gedung Putih terlibat dalam keputusan suku bunga dan tinjauan terhadap proposal peraturan perbankan yang dibuat oleh The Fed.
 
Baca Juga: Goldman Sachs: Risiko Ekonomi China Meningkat Jika Trump Menang

Dimana yang saat ini, Ketua The Fed dan enam anggota dewan gubernur lainnya diangkat oleh presiden dan harus mendapatkan konfirmasi dari Senat. Namun, The Fed memiliki kebebasan operasional yang signifikan dalam membuat keputusan kebijakan yang memiliki dampak besar pada ekonomi AS dan pasar aset global.

Independensi ini dipandang penting untuk menjaga status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia, yang memungkinkan pemerintah AS untuk meminjam dengan suku bunga rendah meskipun memiliki utang yang besar.

Presiden berikutnya, apakah itu Trump atau kandidat dari Partai Demokrat Kamala Harris, akan memiliki kesempatan untuk memilih ketua Fed berikutnya dalam dua tahun pertama masa jabatannya.

Menyentuh independensi The Fed bisa dilakukan dengan menunjuk dan mendapatkan konfirmasi dari calon yang bersedia mengikuti keinginan presiden dalam mengendalikan bank sentral.

Para ekonom khawatir bahwa langkah semacam ini bisa mengulangi kesalahan kebijakan yang terjadi pada awal 1970-an, ketika Ketua Fed Arthur Burns dipengaruhi oleh Presiden Richard Nixon untuk menjaga kebijakan moneter yang longgar menjelang pemilu 1972, meskipun ada tekanan inflasi yang jelas.

Akibatnya, inflasi naik lebih dari 12% pada tahun 1974 dan menjadi masalah berkepanjangan sampai Ketua Fed Paul Volcker mengambil tindakan drastis dengan menaikkan suku bunga, yang menyebabkan dua resesi di awal 1980-an.

Masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, akan berakhir pada tahun 2026, sementara masa jabatannya sebagai anggota dewan Fed berakhir pada tahun 2028.

Powell, yang pertama kali diangkat oleh mantan Presiden Barack Obama, dipilih oleh Trump untuk memimpin bank sentral pada awal 2018. Namun, Trump kemudian berbalik menentang Powell, terutama terkait kenaikan suku bunga pada tahun pertama kepemimpinannya.

Trump bahkan pernah mempertimbangkan untuk memecat Powell, meskipun akhirnya menyadari bahwa dia mungkin tidak memiliki wewenang untuk melakukannya. Meskipun begitu, Trump terus mengkritik Powell selama masa jabatannya, sesuatu yang tidak dilakukan oleh Presiden Joe Biden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.