Akurat Logo

Goldman Sachs: Risiko Ekonomi China Meningkat Jika Trump Menang

Silvia Nur Fajri | 24 Juli 2024, 15:20 WIB
Goldman Sachs: Risiko Ekonomi China Meningkat Jika Trump Menang

AKURAT.CO Bank Goldman Sachs mengeluarkan peringatan tentang potensi dampak negatif terhadap ekonomi China jika Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat 2024.

Lembaga keuangan tersebut memperkirakan bahwa risiko penurunan ekonomi yang besar akan menghantui China, terutama karena Trump berencana untuk memberlakukan tarif sebesar 60% pada barang-barang impor dari China jika dia terpilih kembali.

Menurut Kepala Ekonom China di Goldman Sachs, Hui Shan, saat ini ekspor merupakan salah satu elemen penting dalam perekonomian China. "Ekspor adalah titik terang utama dalam ekonomi China saat ini, dan saya pikir para pengambil kebijakan perlu bersiap menghadapi potensi dampak dari kebijakan ini," katanya dikutip dari CNBC, Rabu (24/7/2024).

Baca Juga: 26 Perusahaan China Berminat Kembangkan Usaha di Indonesia

Selanjutnya, Shan juga menyoroti bahwa ketidakpastian terkait tarif tidak hanya berlaku di Amerika Serikat, tetapi juga berdampak pada hubungan perdagangan China dengan mitra dagang utama lainnya.

"Kami melihat narasi tarif ini tidak hanya di AS, tetapi juga di seluruh mitra dagang utama China. Ini menunjukkan bahwa tarif bukanlah pendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi China," jelasnya.

China memiliki hubungan perdagangan yang signifikan dengan Amerika Serikat, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar negara tersebut, diikuti oleh Uni Eropa dan Asia Tenggara. Trump sebelumnya sudah menaikkan bea masuk barang-barang China pada tahun 2018 dan mengancam untuk meningkatkan tarif hingga 60% jika terpilih kembali.

Ekspor China ke AS tercatat hanya tumbuh sebesar 1,5% pada paruh pertama tahun ini.

Hui Shan mengingatkan bahwa pembuat kebijakan China perlu fokus pada faktor-faktor domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. 

"Pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan permintaan domestik dan beralih fokus pada strategi yang lebih gigih dan berkelanjutan untuk prospek pertumbuhan. Jika tarif impor 60 persen benar-benar diterapkan, dampaknya terhadap ekonomi makro akan cukup signifikan," imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.