Akurat

Susul RI, Thailand Bakal Gabung OECD

Silvia Nur Fajri | 20 Juni 2024, 11:45 WIB
Susul RI, Thailand Bakal Gabung OECD

AKURAT.CO Mengikuti jejak Indonesia, Thailand dikabarkan bakal bergabung dengan OECD. Hal itu disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto baru-baru ini.

Menurutnya Indonesia menjadi anggota ASEAN pertama yang memulai proses aksesi OECD, berpotensi menjadi anggota OECD ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea. Proses aksesi OECD diharapkan menjadi katalisator perumusan atau penyempurnaan kebijakan dan peraturan unggul.

"Thailand juga akan menyusul, dan masuknya kami dari Asia Tenggara akan membuat OECD lebih kuat, karena OECD butuh global south partner juga seperti kami. Untuk itu, langkah konkret harus diambil dan saya harapkan dunia usaha Eropa untuk bekerja sama ke depannya, sehingga kontribusi EuroCham ke Indonesia diharapkan tetap loud and clear," ujar Menko Airlangga di sela Gala Dinner EuroCham di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Baca Juga: Aksesi Keanggotaan RI di OECD, Israel Minta Diakui Sebagai Negara

Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat meski dihadapkan pada pelambatan ekonomi global. Pada kuartal I-2024, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan sebesar 5,11% (yoy). Pemerintah telah menerapkan berbagai strategi, seperti kebijakan fiskal dan moneter yang fleksibel, responsif, serta akomodatif untuk mendorong konsumsi dan investasi.

Pemerintah juga meluncurkan program-program reformasi struktural, termasuk melalui Undang-Undang Cipta Kerja, kebijakan hilirisasi sumber daya alam, pertumbuhan ramah lingkungan, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur.

"Sejalan dengan upaya kami untuk memperbaiki iklim investasi, Indonesia telah mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan insentif pajak untuk menarik investasi asing dan domestik ke negara ini," imbuhnya.

Adapun Uni Eropa dan negara-negara anggotanya memiliki peran penting dalam perdagangan dan investasi Indonesia. Pada 2023, total perdagangan mencapai USD30,8 miliar dan investasi UE di Indonesia selama lima tahun terakhir mencapai USD12,1 miliar. Untuk mengoptimalkan potensi kerja sama ekonomi, perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan UE terus dipercepat.

"Semua negosiasi ini sangat penting bagi kedua belah pihak, dan Presiden Joko Widodo juga sudah mengarahkan agar ini cepat-cepat tercapai kesepakatannya, supaya bisa meningkatkan investasi, dan memberi kesejahteraan lebih besar kepada masyarakat," jelas Menko Airlangga.

Asal tahu, Gala Dinner yang diadakan EuroCham untuk merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun menandai kontribusi jangka panjang dalam meningkatkan hubungan bisnis antara Indonesia dan UE. Peningkatan hubungan ini turut mempengaruhi perkembangan ekonomi nasional.

"Tema Gala Dinner malam ini adalah ‘Igniting Two Decades of Excellence’ yang juga sejalan dengan perjalanan transformatif Indonesia mencapai momentum menuju Indonesia Emas 2045. Kami berharap UE, khususnya EuroCham, dapat menjadi mitra Indonesia dalam mencapai visi tersebut dengan memberikan akses terhadap pasar, teknologi, dan peluang investasi baru melalui kolaborasi yang kuat," tegas Menko Airlangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.