Harga Minyak Dunia Naik Tersulut Data Ekonomi AS

AKURAT.CO Harga minyak mentah mengalami peningkatan di lansir pada Sabtu (25/5/2024) meskipun secara keseluruhan menurun sepanjang minggu ini. Kenaikan ini terjadi karena kekhawatiran bahwa data ekonomi AS yang kuat akan menyebabkan suku bunga tetap tinggi lebih lama, yang pada gilirannya menekan permintaan bahan bakar.
Menurut Reuters, minyak mentah Brent kontrak Juli naik 0,98% menjadi USD82,12 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,1% menjadi USD77,72 per barel.
Sementara itu, harga batu bara mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan laman Trading Economics, harga batu bara turun 1,10% menjadi USD143,30 per ton. Di bursa Newcastle, harga batu bara berada di sekitar USD140 per ton.
Penurunan ini disebabkan oleh masalah pasokan di China yang diimbangi dengan penurunan permintaan. Produksi batu bara di China turun ke level terendah sejak Oktober 2022 pada April karena inspeksi keselamatan tambang yang sedang berlangsung.
"China meningkatkan impor batu bara untuk mengkompensasi penurunan produksi dalam negeri dan membangun stok untuk mengantisipasi puncak permintaan di musim panas," demikian dikutip dari sumber.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Nanjak, Pertamina Siap Amankan Pasokan BBM Nasional
Sementara itu, harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) cenderung stabil pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut situs tradingeconomics, harga CPO turun tipis 0,15% menjadi MYR3.886 per ton. Harga CPO dipengaruhi oleh melemahnya ringgit dan peningkatan permintaan, karena komoditas ini tersedia dengan harga lebih murah dibandingkan saingannya.
Sementara itu, harga nikel terpantau menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel menurut laman Trading Economics naik 1,17% dan menetap di USD20.318 per ton. "Nikel kembali menembus level USD20.000 per ton karena kekhawatiran gangguan pasokan," tulisan laporan tersebut.
Kerusuhan di Kaledonia Baru, wilayah luar negeri Prancis yang menyimpan sekitar 20-30% cadangan nikel dunia, telah mendorong Prancis mengumumkan keadaan darurat selama 12 hari pada 15 Mei lalu. Hal ini, ditambah dengan sanksi terhadap nikel Rusia, menyebabkan lonjakan harga nikel.
Di sisi lain, harga timah mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah menurut situs tradingeconomics terpantau turun 0,18% dan menetap di USD33.451 per ton. "Harga timah melonjak di tengah kuatnya permintaan dan penurunan pasokan," ungkap sumber tersebut.
Eksportir terbesar, Indonesia, memicu kekhawatiran akan ketatnya pasokan global karena penundaan perizinan yang berdampak besar pada pengiriman pada kuartal I-2024. Kekhawatiran ini diperburuk oleh gangguan perizinan di masa depan dan konflik di Myanmar yang mempengaruhi produksi timah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










