Dicecar Pertanyaan MK Seputar Bansos, Menko Airlangga: Bantuan El Nino RI Lebih Rendah Ketimbang Malaysia

AKURAT.CO Menteri Koodinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan bantuan sosial (bansos) yang diberikan oleh beberapa negara lain sebagai respons terhadap dampak El Nino lebih besar ketimbang RI.
Dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (5/4/2024), Airlangga menyatakan bahwa terjadinya El Nino berdampak signifikan terhadap masyarakat miskin, memengaruhi produksi pangan, terutama beras.
"Sejak bulan Desember 2023 berbagai negara termasuk Indonesia mengalami dampak terjadinya El Nino di mana beberapa tempat produksi pangan, terutama beras mengalami gangguan," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga: Hakim MK Pertanyakan Alasan Bansos Dirapel, Airlangga: Efisiensi Biaya
Sejak bulan Desember 2023, beberapa negara, termasuk Indonesia, mengalami gangguan pada produksi pangan akibat El Nino. Airlangga menjelaskan bahwa keadaan ini mengakibatkan gangguan pasokan beras, karena beberapa daerah tidak dapat melakukan penanaman atau terpaksa memundurkan jadwal penanaman.
"Yang tentunya sangat menggangu kepada dan berdampak signifikan terhadap masyarakat miskin," jelasnya.
Beberapa negara seperti Singapura, India, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat memberikan bantuan sosial dengan berbagai metode dan anggaran. Singapura memberikan bantuan sebesar SGD800 dolar per orang dengan anggaran setara Rp13 triliun untuk mengatasi kenaikan biaya hidup. India memberikan bantuan berupa sereal dan minyak kepada 800 juta orang dengan anggaran setara Rp2.200 triliun.
Adapun Malaysia memberikan bantuan keluarga kepada 8,7 juta keluarga dengan anggaran setara Rp25 triliun. Sementara Filipina memberikan bantuan tunai kepada 2,3 juta petani dengan anggaran setara Rp3,47 triliun.
Di sisi lain, Amerika Serikat memberikan bantuan berupa SNAP atau food stamp kepada 41 juta orang atau 21,6 juta rumah tangga, dengan paket bantuan inflasi dan perlindungan dampak perubahan iklim ekstrem masing-masing senilai USD17 juta dan USD53,9 miliar (setara Rp835 triliun).
"Amerika Serikat memberikan bantuan dalam bentuk food stamp untuk 41juta orang atau 21,6 juta rumah tangga dengan paket bantuan inflasi yang setara dengan 17 juta dolar AS," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










