10 Sektor Industri Tercuan Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 2023

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi konomi Indonesia tahun 2023 tembus 5,05%. Pertumbuhan ekonomi 2023 ditopang tumbuhnya sejumlah lapangan usaha.
Mengutip Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS), lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan sebesar 13,96%. Diikuti jasa lainnya sebesar 10,52% dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,01%.
Lalu jasa perusahaan tumbuh 8,24%, infokom 7,59% dan pertambangan 6,12%. Kemudian konstruksi yang tumbuh 4,91%, pengadaan listrik dan gas 4,91%, pengadaan air 4,9% serta perdagangan 4,85%.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Melambat ke 5,05 Persen, Ini Sebabnya
"Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi tersebut didorong peningkatan mobilitas masyarakat, penyelenggaraan event internasional seperti pildun U-17, KTT ASEAN, Moto GP Mandalika dan persiapan pemilu," tulis BRS BPS dikutip Senin (5/2/2024).
Sementara itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan pertanian, kehutanan, dan perikanan serta perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%.
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 18,67%.
Kemudian diikuti oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 12,94%, pertanian, kehutanan, dan erikanan sebesar 12,53%, pertambangan dan penggalian sebesar 10,52% serta konstruksi sebesar 9,92%.
Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58%.
Kemudian sisanya transportasi dan pergudangan dengan kontribusi sebesar 5,89%, infokom 4,23% dan jasa keuangan 4,16%.
Berikut 10 lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi selama 2023.
- Transportasi dan pergudangan 13,96%
- Jasa lainnya 10,52%
- Akomodasi dan makan minum 10,01%
- Jasa perusahaan 8,24%
- Infokom 7,59%
- Pertambangan 6,12%
- Konstruksi 4,91%
- Pengadaan listrik dan gas 4,91%
- Pengadaan air 4,9%
- Perdagangan 4,85%
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










