Akurat Logo

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Melambat ke 5,05 Persen, Ini Sebabnya

M. Rahman | 5 Februari 2024, 13:01 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Melambat ke 5,05 Persen, Ini Sebabnya

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV-2023 mencapai 5,04% secara tahunan.

Dari sisi pengeluaran, komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,11%. Sementara dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,33%. 

Adapun secara kuartalan, PDB kuartal IV-2023 tumbuh 0,45%. Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 39,13%. Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,81%.

Baca Juga: ICAEW Taksir PDB RI Tumbuh 5,1 Persen Di Penghujung 2023

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia A. Widyasanti mengatakan, dengan demikian pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 lalu mencapai 5,05%, melambat dibanding capaian tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,31%.

Perlambatan ini, menurutnya lantaran high base effect dan siklus commodity boom. Misalnya meski dari sisi produksi ekonomi tahun 2023 disumbang oleh industri manufaktur perdagangan dan transportasi informasi dan komunikasi, namun sektor-sektor tersbeut juga sejatinya mengalami perlambatan

Kondisi ini salah satunya dipicu melambatnya ekonomi global dan selain itu juga ada fenomena El Nino yang berdampak pada pertumbuhan lapangan usaha pertanian yang tumbuhnya melambat terutama paruh kedua 2023.

Dari catatan BPS, pertumbuhan ekonomi global tumbuh tapi melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu negara mitra dagang utama seperti China, AS dan Jepang serta India membaik pada kuartal IV-2023.

"Kinerja perdagangan global baik barang dan jasa, berdasarkan data UNCTAD, mengalami kontraksi pada 2023. Penurunan terdalam terjadi pada kuartal IV-2023. Lalu juga masih terjadi tren penurunan komoditas unggulan Indonesia seperti CPO dan batu bara," ujarnya di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Diketahui, perekonomian Indonesia 2023 yang diukur berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp75 juta atau USD4.919,7.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 13,96%. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,83%.

Dari sisi spasial, kelompok provinsi dengan pertumbuhan tertinggi adalah Maluku dan Papua, Sulawesi, serta Kalimantan dengan pertumbuhan (c-to-c) masing-masing sebesar 6,94%, 6,37% dan 5,43%. Sedangkan kelompok provinsi di Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 57,05% terhadap ekonomi nasional dan mencatat pertumbuhan 4,96% (c-to-c).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa