ICAEW Taksir PDB RI Tumbuh 5,1 Persen Di Penghujung 2023

AKURAT.CO - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi meningkat sebesar 5,1% pada akhir tahun 2023 yang konsisten dengan tren historis pertumbuhan sebelumnya, berdasarkan riset Oxford Economics yang digagas oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW).
Kemudian, di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal terakhir Indonesia masih cukup menjanjikan. ICAEW mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami kenaikan menjadi 5,2% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2023 dari 5% (yoy) di kuartal I-2023.
Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, PDB tumbuh 1,5% secara kuartal on kuartal (qoq) dan sama dengan kuartal I-2023. Menurut riset, realisasi pertumbuhan ekonomi akan semakin memperlihatkan perbedaan antara permintaan domestik yang kuat dan permintaan eksternal yang melemah.
Baca Juga: PWC: Upskilling 4 Sektor Ini Dapat Tingkatkan PDB RI Sebesar Rp1.056 T
Selain itu, Indonesia salah satu yang memiliki suku bunga riil tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pengetatan moneter yang masih berlanjut diharapkan akan memberikan tekanan lebih lanjut dalam beberapa kuarta mendatang.
“Dampaknya tidak hanya akan terasa pada investasi, terutama di sektor konstruksi, tetapi juga pada pinjaman rumah tangga, yang dapat berdampak pada konsumsi swasta. Ini merupakan tantangan utama yang perlu diatasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil,” tulis riset ICAEW dikutip Selasa (26/9/2023).
Riset tersebut juga menunjukkan perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi pada semester II-2023 dan awal 2024 yang dapat berdampak pada penurunan permintaan terhadap barang-barang Indonesia.
China, sebagai salah satu tujuan utama ekspor Indonesia tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan yang dapat menjadi penghalang tambahan. Sedangkan pada sektor jasa, terutama pariwisata diharapkan dapat membantu menopang total ekspor.
Sehingga, dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, pemerintah dan pelaku ekonomi di Indonesia harus tetap waspada dan responsif terhadap perubahan dalam dinamika global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









