Jelang Rilis Data Inflasi CPI AS, Rupiah Naik Tipis 2 Poin ke Rp15.621

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat tipis 2 poin ke level Rp15.621 pada perdagangan Selasa, 12 Desember 2023 jelang rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS, yang akan dirilis pada Selasa malam pukul 20.30 WIB.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah didorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, indeks dolar turun tipis di perdagangan hari ini.
Namun greenback bertahan di atas level 104 terhadap sejumlah mata uang lainnya, menjelang data inflasi utama AS dan ketidakpastian atas rencana The Fed untuk menurunkan suku bunga pada tahun 2024 mendorong aliran dana ke dolar.
Baca Juga: Rupiah Anjlok 105 Poin ke Rp15.622 Usai Rilis Data Nonfarm Payrolls AS
"Pasar sekarang fokus pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS, yang akan dirilis pada hari Selasa. Meskipun angka tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi sedikit menurun pada bulan November, angka tersebut diperkirakan masih jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen," kata Ibrahim dikutip Selasa (12/12/2023).
Ditambahkan, menyusul data inflasi, The Fed akan memutuskan suku bunga untuk terakhir kalinya tahun ini pada hari Rabu. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya, namun sinyal apa pun dari bank sentral mengenai jalur suku bunga pada tahun 2024 akan diawasi dengan ketat.
"Sejauh ini, The Fed masih mempertahankan retorikanya bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun tanda-tanda melambatnya perekonomian AS baru-baru ini memicu beberapa spekulasi mengenai penurunan suku bunga lebih awal pada tahun depan," imbuhnya.
Selain itu, data yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan China, negara ekonomi terbesar di dunia, semakin mengalami disinflasi pada bulan November.
Angka tersebut meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi berkelanjutan di negara tersebut, dan juga menimbulkan dampak negatif bagi pasar komoditas, mengingat melambatnya pertumbuhan di Tiongkok. Fokus kini tertuju pada isyarat ekonomi Tiongkok pada minggu ini, dengan data produksi industri yang akan dirilis pada hari Jumat.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada November 2023 meningkat, tecermin dari indeks penjualan riil (IPR) November sebesar 209,4 atau tumbuh 2,9% secara year on year (yoy). Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, subkelompok sandang, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan tumbuh 0,9% month to month (mtm) didorong oleh peningkatan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya serta kelompok suku cadang dan aksesori. Sementara itu, beberapa kelompok tetap tumbuh positif meski melambat, antara lain, kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring dengan cuaca yang kurang mendukung.
Pada Oktober 2023, IPR tercatat sebesar 207,5 atau secara tahunan tumbuh 2,4% (yoy). Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara bulanan, penjualan eceran meningkat 3,2% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami kontraksi.
Peningkatan kinerja penjualan eceran tersebut terutama terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor didorong oleh permintaan dalam negeri, persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal, libur akhir tahun, serta kelancaran distribusi.
Dari sisi harga, indeks ekspektasi harga umum (IEH) Januari dan April 2024 masing-masing sebesar 133,1 dan 137,8, lebih tinggi daripada IEH bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 131,2 dan 133.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










