KTT Archipelagic and Island States (AIS) 2023: Sebuah Diplomasi Biru

AKURAT.CO Ketika Bali menjadi tuan rumah bagi KTT AIS Forum 2023 pada tanggal 10-11 Oktober 2023, dunia menatap dengan antisipasi tinggi.
Dengan kehadiran 51 negara pulau dan kepulauan, termasuk Indonesia, KTT ini membawa harapan akan sinergi baru dalam kerjasama internasional. Tiga isu kunci yang diangkat menunjukkan urgensi dan relevansi yakni pembangunan ekonomi biru, perubahan iklim, dan solidaritas.
Kebangkitan ekonomi biru
Ekonomi biru, dengan landasannya pada sumber daya laut dan pesisir, menjadi perhatian utama KTT. Berdasarkan data World Bank, pada 2021 ekonomi biru menyumbang sekitar 1,5 triliun dolar AS terhadap PDB global, dengan proyeksi mencapai 2,5 triliun dolar AS pada 2030.
Dalam KTT, negara-negara berkomitmen untuk menggalakkan inovasi di sektor perikanan, pariwisata, energi terbarukan, dan transportasi laut.
Merespons tantangan perubahan iklim
Negara-negara pulau dan kepulauan berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Kenaikan permukaan laut, intensifikasi badai, dan kekeringan adalah beberapa dari ancaman yang mereka hadapi.
Berdasarkan data IPCC, kerugian ekonomi yang dihadapi negara-negara ini dapat mencapai 100 miliar dolar AS per tahun pada 2050 tanpa intervensi yang signifikan.
Oleh karena itu, KTT ini memberikan platform bagi negara-negara untuk merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi bersama.
Baca Juga: Kasatgas Pamwalrolakir Ajak Masyarakat Bali Sukseskan KTT AIS Forum 2023
Mengukuhkan solidaritas di tengah kesamaan tantangan
KTT AIS Forum 2023 juga menekankan pentingnya solidaritas. Dengan latar belakang tantangan yang serupa, membangun jaringan kerjasama dalam pendidikan, pelatihan, budaya, dan pariwisata menjadi agenda yang diangkat dalam forum.
Peran strategis Indonesia
Sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong kerjasama regional dan global dalam isu-isu maritim. KTT AIS Forum 2023 tidak hanya menjadi ajang diplomasi bagi Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai pelopor pembangunan berkelanjutan berbasis kelautan di kawasan.
Baca Juga: Pimpin TFG, Kakorlantas Pantau Langsung Kesiapan Pengamanan KTT AIS 2023
Pada dasarnya
KTT AIS Forum 2023 menciptakan momentum baru dalam kerjasama antara negara-negara pulau dan kepulauan.
Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan menandai titik balik dalam sejarah diplomasi kelautan.
Dengan dukungan dan komitmen bersama, langkah-langkah konkret dapat diambil untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan adaptasi efektif terhadap perubahan iklim bagi negara-negara ini. (Efatha Filomeno Borromeu Duarte)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









