Oleh-oleh Wapres Gibran dan Menko Airlangga dari KTT G20 Afrika Selatan

AKURAT.CO Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengutarakan hasil gelaran KTT G20 di Afrika Selatan. Negara-negara yang tergabung dalam inisiatif Global South ini punya banyak agenda global di bidang kerja sama ekonomi.
Menurutnya, banyak pintu kerja sama ekonomi dan investasi terbuka dari gelaran tersebut. Setidaknya ada 6 negara Afsel, termasuk Angola dan Libya yang menjajaki kerja sama baik di bidang pertanian, data center, telekomunikasi, pertahanan, migas dan lainnya.
"Kita kan sudah ada 5-6 perusahaan yang masuk ke sana (Afrika Selatan) dan butuh dukungan pemerintah baik di sektor agriculture dan derivativenya seperti kelapa sawit dan kopi. Beberapa negara juga menjajaki kerja sama pertanian, data center, telko juga diminati. Kemarin ada MoD antara Dahana dengan Rheinmetall Denel Munition RF (Pty.) Ltd. terkait pendirian fasilitas bahan peledak. Kemudian di hulu migas juga ada kerja sama USD2,6 miliar perkiraan investasinya oleh Pertamina dan mitranya," papar Airlangga, Sabtu (23/11/2025) dini hari.
Baca Juga: Presiden Prabowo Delegasikan Wapres Gibran Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan
Menko Airlangga yang mendampingi Wapres Gibran juga menambahkan pada gelaran itu dibentuk Indonesia–South Africa High-Level Business Council (ISA–HLBC) yang menjadi tonggak penting bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
“Pembentukan Indonesia–South Africa High-Level Business Council (ISA–HLBC) merupakan langkah strategis untuk memperluas kemitraan ekonomi yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi kedua negara,” imbuhnya lagi.
Kesepakatan di Sektor Keuangan
Dalam kesempatan yang sama, Wamenkeu Thomas Djiwandono mengatakan dari sektor keuangan atau finance track, sudah banyak yang diselesaikan sebelum leaders meeting akhir pekan.
"Pak wapres juga menekan isu pembiyaan internasional, intinya negara berkembang termasuk juga Indonesia sebagai negara dengan status upper middle income menyerukan pembiayaan yang adil," ujar Wamenkeu.
Dalam deklarasinya, para leaders menyepakati hingga paruh pertama tahun 2025 meskipun menghadapi ketidakpastian yang tinggi dan tantangan kompleks yang berkelanjutan, ketahanan ekonomi global cukup terjaga.
Hal ini termasuk ketegangan geopolitik dan perdagangan yang terus berlanjut, gangguan pada rantai pasokan global, tingkat utang yang tinggi, serta peristiwa cuaca ekstrem dan bencana alam yang sering terjadi.
Mengingat tingginya utang publik dan tekanan fiskal, leaders menyadari perlunya meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang dengan menerapkan kebijakan makroekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan, sambil membangun cadangan fiskal, memastikan keberlanjutan fiskal, mendorong investasi publik dan swasta, serta melaksanakan reformasi yang meningkatkan produktivitas.
Reformasi struktural dinilai sangat penting untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang berkualitas.
Leaders juga mengapresiasi pencapaian atas USD100 miliar lebih dalam aliran sukarela sepcial drawing rights (SDR) atau kontribusi setara untuk negara-negara yang membutuhkan, dan transfer ke Poverty Reduction and Growth Trust dan Resilience and Sustainability Trust.
Para leaders juga mendorong peningkatan aliran keuangan berkelanjutan,
investasi infrastruktur, dan keamanan kesehatan, pembiayaan iklim serta pembiayaan inovatif termasuk dari decentralised finance (DeFi), stablecoins, dan transaksi peer-to-peer yang sedang dieksplor oleh Financial Action Task Force (FATF).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








