AKURAT.CO Mengikuti jejak Indonesia, Thailand dikabarkan bakal bergabung dengan OECD. Hal itu disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto baru-baru ini.
Menurutnya Indonesia menjadi anggota ASEAN pertama yang memulai proses aksesi OECD, berpotensi menjadi anggota OECD ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea. Proses aksesi OECD diharapkan menjadi katalisator perumusan atau penyempurnaan kebijakan dan peraturan unggul.
"Thailand juga akan menyusul, dan masuknya kami dari Asia Tenggara akan membuat OECD lebih kuat, karena OECD butuh global south partner juga seperti kami. Untuk itu, langkah konkret harus diambil dan saya harapkan dunia usaha Eropa untuk bekerja sama ke depannya, sehingga kontribusi EuroCham ke Indonesia diharapkan tetap loud and clear," ujar Menko Airlangga di sela Gala Dinner EuroCham di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga: Aksesi Keanggotaan RI di OECD, Israel Minta Diakui Sebagai Negara
Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat meski dihadapkan pada pelambatan ekonomi global. Pada kuartal I-2024, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan sebesar 5,11% (yoy). Pemerintah telah menerapkan berbagai strategi, seperti kebijakan fiskal dan moneter yang fleksibel, responsif, serta akomodatif untuk mendorong konsumsi dan investasi.
Pemerintah juga meluncurkan program-program reformasi struktural, termasuk melalui Undang-Undang Cipta Kerja, kebijakan hilirisasi sumber daya alam, pertumbuhan ramah lingkungan, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur.
"Sejalan dengan upaya kami untuk memperbaiki iklim investasi, Indonesia telah mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan insentif pajak untuk menarik investasi asing dan domestik ke negara ini," imbuhnya.
Adapun Uni Eropa dan negara-negara anggotanya memiliki peran penting dalam perdagangan dan investasi Indonesia. Pada 2023, total perdagangan mencapai USD30,8 miliar dan investasi UE di Indonesia selama lima tahun terakhir mencapai USD12,1 miliar. Untuk mengoptimalkan potensi kerja sama ekonomi, perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan UE terus dipercepat.
"Semua negosiasi ini sangat penting bagi kedua belah pihak, dan Presiden Joko Widodo juga sudah mengarahkan agar ini cepat-cepat tercapai kesepakatannya, supaya bisa meningkatkan investasi, dan memberi kesejahteraan lebih besar kepada masyarakat," jelas Menko Airlangga.
Asal tahu, Gala Dinner yang diadakan EuroCham untuk merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun menandai kontribusi jangka panjang dalam meningkatkan hubungan bisnis antara Indonesia dan UE. Peningkatan hubungan ini turut mempengaruhi perkembangan ekonomi nasional.
"Tema Gala Dinner malam ini adalah ‘Igniting Two Decades of Excellence’ yang juga sejalan dengan perjalanan transformatif Indonesia mencapai momentum menuju Indonesia Emas 2045. Kami berharap UE, khususnya EuroCham, dapat menjadi mitra Indonesia dalam mencapai visi tersebut dengan memberikan akses terhadap pasar, teknologi, dan peluang investasi baru melalui kolaborasi yang kuat," tegas Menko Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK










