Akurat

Love Bombing: Ciri, Bahaya dan Cara Menghindarinya dalam Hubungan

Eko Krisyanto | 2 Desember 2025, 22:27 WIB
Love Bombing: Ciri, Bahaya dan Cara Menghindarinya dalam Hubungan

AKURAT.CO Kamu pernah merasa tersanjung saat pasangan yang baru dikenal tiba-tiba sangat perhatian, memberi banyak pujian, hadiah dan sering menyebut "kamu satu-satunya" dalam waktu singkat?

Awalnya terasa manis dan seperti kisah cinta dalam film. Namun, saat intensitas perhatian itu mulai turun atau berubah menjadi pengendalian. Mungkin ini bukan sekadar romansa tetapi sebuah jebakan emosional yang dikenal sebagai love bombing.

Love bombing merupakan pola perilaku di mana seseorang memberikan perhatian, pujian, hadiah dan kasih sayang yang berlebihan dalam waktu singkat bertujuan menciptakan keterikatan emosional dengan cepat.

Ciri-ciri Love Bombing

1. Perhatian dan pujian dalam waktu singkat seperti saat baru kenal tetapi sudah sering berkata "aku enggak bisa hidup tanpamu" atau memberi hadiah mahal.

2. Hadiah atau kehadiran fisik/emosional yang berlebihan.

3. Meminta komitmen cepat atau pembicaraan masa depan yang terburu-buru.

4. Mengabaikan atau tidak menghormati batasan pribadi.

5. Komunikasi menjadi satu arah dan kontrol mulai muncul.

Alasan Love Bombing Berbahaya

1. Korban menjadi sangat bergantung pada pelaku karena merasa "dicintai spesial" saat perhatian itu berkurang, korban akan kebingungan.

2. Hilangnya identitas diri dan batasan pribadi karena pelaku sering menuntut perhatian penuh atau memaksakan kebersamaan.

3. Setelah fase "ideal" berlalu akan muncul fase "penilaian ulang" dan penurunan kasih sayang yang membuat korban merasa bersalah atau bertanggung jawab agar perhatian itu kembali.

4. Kesulitan dalam hubungan masa depan karena pernah "terlena" oleh cinta yang terlihat sempurna tetapi ternyata salah, memungkinkan korban sulit untuk kembali percaya.

Cara Keluar atau Menghindar dari Love Bombing

1. Kenali dulu apa yang sedang terjadi, lalu refleksikan "apakah ini benar hubungan sehat atau manipulatif?"

2. Tetapkan dan hormati batasanmu sendiri.

3. Berbicara dengan teman, keluarga atau konselor.

4. Kurangi kontak atau beri jarak jika perlu.

5. Cari bantuan profesional jika merasa terjebak.

6. Bangun kembali koneksi sosial dan identitas diri.

Hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghormati, aman, dan tumbuh secara wajar.

Mengenali love bombing sejak dini akan menyelamatkanmu dari luka emosional jangka panjang.

Ekspresi cinta yang tulus tidak membuat kamu merasa tertekan, bersalah, atau terkekang.

Jika kamu merasa ada sesuatu yang "terlalu baku untuk jadi kenyataan" dalam awal hubungan, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan menjaga dirimu.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK