Akurat

Catat, Ini 7 Tahapan Hubungan Toxic, Love Bombing Jadi Yang Pertama

Sunarimo Darmaji | 30 Oktober 2023, 13:47 WIB
Catat, Ini 7 Tahapan Hubungan Toxic, Love Bombing Jadi Yang Pertama

AKURAT.CO Dalam kehidupan asmara ada beragam jenis hubungan yang berkembang seiring berjalannya waktu.

Namun, tidak semua hubungan bersifat sehat dan positif. Beberapa hubungan bisa menjadi toxic yang memiliki siklus tertentu yang berulang.

Salah satu tahap awal yang sering ditemui dalam siklus hubungan toxic adalah love bombing. Maka penting untuk memahami siklus hubungan toxic dan cara mengidentifikasinya agar terhindar dari hubungan yang tidak sehat.

Baca Juga: 7 Zodiak Ini Dianggap Toxic Dalam Hubungan Asmara

7 Tahap Siklus Hubungan Toxic

1. Love bombing

Tahap pertama dalam siklus hubungan yang bisa berujung toxic adalah love bombing. Pada tahap ini, pasangan akan tampil sangat manis, penuh perhatian, dan penuh kasih sayang.

Mereka akan membuat pasangannya merasa seperti pahlawan, memberi perhatian yang berlebihan, dan membuatnya merasakan seperti kaliab adalah pusat dunia mereka.

Meskipun terdengar indah, ini seringkali merupakan strategi manipulatif untuk membuat kalian tergantung pada mereka.

2. Trust dan dependency

Setelah tahap love bombing yang penuh kasih sayang, hubungan akan berkembang ke tahap trust dan sependency.

Pada tahap ini mulai muncul rasa ketergantungan pada mereka, sampai merasa seolah memiliki banyak hutang budi untuk membalas hal yang mereka lakukan.

3. Criticism

Pada tahap ini, pasangan akan mulai mengeluarkan kritik, komentar negatif, dan perilaku merendahkan yang bertujuan untuk merusak harga diri kalian.

Ketika kalian merasa sakit hati, mereka akan meminta maaf secara berlebihan agar kalian merasa bersalah.

4. Manipulation dan galighting

Saat terjadi konflik, mereka akan memposisikan diri sebagai orang yang selalu benar, dan seakan yang menjadi korban atas segala hal yang terjadi.

Baca Juga: Kenali 7 Tanda Tempat Kerja Toxic, Salah Satunya Sangat Jarang Disadari

Sehingga mereka dapat memperoleh simpati dan mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut.

5. Resignation dan giving up

Setelah melalui konflik dan merasa disalahkan, fase ini akan terjadi dan Mulai merasa lelah dengan konflik tersebut.

Akhirnya memilih untuk mengalah dan kembali untuk menenangkan pasangan dengan meminta maaf atas kesalahan yang mungkin saja tidak kalian lakukan.

6. Loss of self

Di tahap ini, korban dari pasangan yang toxic mulai kehilangan dirinya sendiri. Di mana akan Mulai mempertanyakan Apakah kita benar-benar dicintai dan layak untuk pasangannya.

7. Addiction to the cycle

Ketika sudah merasa lelah dan ingin mengakhiri sebuah hubungan yang toxic.

Pasangan akan kembali melakukan love bombing, mengeluarkan kalimat manis dan meyakinkan kalian.

Sehingga kembali menumbuhkan rasa percaya, bahwa diri sendiri ini masih berharga dan dicintai oleh mereka.

Dan pada akhirnya, siklus toxic tersebut akan terulang kembali.

Hubungan yang sehat seharusnya tidak melibatkan manipulasi, kekerasan, atau ketidakbahagiaan yang berulang.

Ingatlah bahwa setiap individu memiliki hak untuk hidup dalam hubungan yang sehat dan bahagia. (Ami Fatimatuz Zahro')

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK