Pandu: Obligasi dan Saham RI Jadi Incaran Investasi Danantara

AKURAT.CO Danantara Indonesia membuka peluang memperbesar investasi di pasar modal domestik seiring rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
CIO Danantara, Pandu Sjahrir menyebut instrumen obligasi dan ekuitas menjadi pilihan menarik.
Ia mengatakan, sekitar 50% dana investasi Danantara direncanakan ditempatkan di dalam negeri, termasuk melalui pasar modal.
Namun, ia enggan merinci komposisi detail penempatan dana tersebut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Penunjukan Pjs Dirut BEI Urusan Internal Bursa
“Kami melihat instrumen seperti obligasi dan ekuitas menarik. Saya nggak bakal merinci berapa persen, yang pasti kami akan terus berinvestasi di pasar modal Indonesia,” ujar Pandu.
Menurutnya, penguatan struktur BEI lewat demutualisasi berpotensi meningkatkan kepercayaan investor serta memperdalam likuiditas pasar.
Dengan tata kelola yang lebih transparan dan profesional, bursa dinilai semakin kompetitif di tingkat regional.
Pandu juga menekankan, masuknya investor institusi sebagai pemegang saham BEI tidak akan mengganggu fungsi pengawasan pasar. Peran regulator tetap dipegang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara pemegang saham fokus pada pengembangan bisnis dan penciptaan nilai.
Baca Juga: Porsi Investasi Dapen-Asuransi di Bursa Naik jadi 20 Persen, Ekonom Ingatkan Risiko Asabri Jilid 2
Langkah reformasi ini disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ekosistem pasar modal nasional, sekaligus membuka ruang pendanaan yang lebih luas bagi dunia usaha.
Pemerintah sendiri menargetkan regulasi terkait demutualisasi BEI rampung pada kuartal I tahun ini sebagai landasan transformasi kelembagaan bursa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










