Akurat

Ditopang Regulasi, Tahun 2026 Jadi Momen Kebangkitan Industri Kripto

Hefriday | 12 Januari 2026, 23:01 WIB
Ditopang Regulasi, Tahun 2026 Jadi Momen Kebangkitan Industri Kripto

AKURAT.CO Pasar aset kripto Indonesia diproyeksikan memasuki fase kebangkitan pada 2026 setelah melewati periode konsolidasi sepanjang 2025.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana menilai tahun 2026 akan menjadi titik balik industri kripto nasional, seiring fondasi pasar yang semakin matang, likuiditas yang terjaga, serta peluang pertumbuhan investor yang masih terbuka lebar.

Dengan tingkat penetrasi kripto yang baru sekitar 7% dari total populasi, Indonesia dinilai masih menyimpan potensi besar untuk peningkatan adopsi aset digital.

Potensi Pertumbuhan Investor Kripto Masih Terbuka Lebar

Calvin menilai ruang pertumbuhan pasar kripto Indonesia masih sangat besar memasuki 2026. Meski penetrasi investor relatif rendah, secara jumlah absolut Indonesia sudah masuk jajaran pasar kripto terbesar di dunia.

Baca Juga: OJK: Pajak Kripto Dorong Integrasi ke Sistem Keuangan

Menurut Calvin, dalam skenario optimistis, jumlah investor kripto nasional berpotensi bertambah sekitar 7–8 juta orang. Dengan demikian, total investor dapat mendekati 26–27 juta pada akhir 2026.

Sementara dalam skenario moderat, penambahan sekitar 4–5 juta investor diperkirakan mendorong total investor berada di kisaran 23–24 juta orang. Angka ini mencerminkan prospek adopsi kripto yang tetap positif meski tidak agresif.

Kondisi Global Jadi Faktor Kunci Akselerasi Adopsi

Calvin menjelaskan, percepatan adopsi kripto sangat bergantung pada kondisi pasar global.

"Jika sentimen global lebih kondusif dan minat terhadap aset berisiko kembali menguat, laju pertumbuhan investor kripto Indonesia berpotensi meningkat lebih cepat," ujarnya di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Namun, ia menegaskan pertumbuhan yang diharapkan bukan sekadar lonjakan jangka pendek, melainkan ekspansi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

 

Pasar Kripto Indonesia Masuk Fase Pendewasaan

Menurut Calvin, dinamika pasar kripto Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan tanda-tanda pendewasaan. Aktivitas pasar tidak lagi sepenuhnya dipicu euforia bull market, melainkan bergerak lebih rasional.

Investor dinilai semakin disiplin dalam pengambilan keputusan, dengan fokus pada manajemen risiko, strategi portofolio, serta pemilihan aset kripto yang lebih matang.

 

Dari sisi demografi, lebih dari 80% investor kripto di Indonesia berada pada rentang usia 18–34 tahun. Kelompok ini menjadi motor utama pertumbuhan pasar aset digital nasional.

Adopsi kripto juga sangat dipengaruhi oleh platform digital seperti TikTok, Telegram, dan X. Ketiga platform tersebut menjadi kanal utama diskusi, edukasi, dan evaluasi aset kripto di kalangan generasi muda.

Regulasi Jadi Fondasi Pertumbuhan Kripto 2026

Dari aspek regulasi, tahun 2026 dinilai sebagai periode transisi menuju kerangka aturan yang lebih jelas dan fungsional. Pengakuan pengembangan blockchain sebagai aktivitas bisnis melalui KBLI 62014 menjadi salah satu pendorong kepercayaan industri.

Selain itu, meningkatnya jumlah proyek kripto yang memenuhi persyaratan perizinan dinilai memperkuat legitimasi ekosistem aset digital di Indonesia.

“Bagi industri, kepastian aturan bukan penghambat, justru menjadi infrastruktur operasional,” kata Calvin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa