Bitcoin Masih Tertolong Efek Trump Trade di Tengah Tekanan Kripto Winter

AKURAT.CO Di tengah pasar kripto yang lesu atau dikenal sebagai kripto winter pada tahun 2025 ini, harga Bitcoin tergolong masih tertolong karena efek Trump trade. Trump Trade menggambarkan pergeseran sentimen pasar sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi yang diusulkan oleh Presiden Terpilih Trump.
Seperti diketahui,aset kripto terbesar di dunia itu tercatat telah melonjak hampir dua kali lipat sejak awal 2024, dengan kenaikan tajam sekitar 45% hanya dalam dua pekan setelah pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Cryptopolitan, Selasa (23/12/2025) istilah “Trump Trade” merujuk pada optimisme pasar terhadap aset-aset yang dinilai akan diuntungkan oleh kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump, termasuk industri mata uang kripto. Sikap Trump yang relatif akomodatif terhadap kripto dinilai memicu kepercayaan investor global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Di tengah reli harga tersebut, aktivitas on-chain Bitcoin juga menunjukkan peningkatan. Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar, mulai dari potensi Bitcoin bertahan di atas level psikologis USD100.000 hingga prospek jangka panjang aset digital ini dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Pasar Kripto Mulai Menghijau Tapi Bitcoin Gagal Tembus Level Psikologis USD90.000
Dalam jangka pendek, analisis teknikal menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi bullish. Harga BTC tercatat bergerak stabil di atas area USD88.000, dengan level resistensi terdekat di kisaran USD89.300 dan dukungan kuat di sekitar USD84.000. Pola ini mengindikasikan tekanan beli masih mendominasi pergerakan harga.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, volatilitas pasar cenderung menurun meski harga terus merangkak naik. Volume transaksi harian tercatat sedikit melemah, menandakan sebagian investor mulai bersikap wait and see setelah reli cepat yang terjadi sebelumnya. Meski demikian, harga Bitcoin tetap mampu bertahan di zona hijau.
Dari sisi indikator teknikal, Relative Strength Index (RSI) berada di area netral cenderung menguat, yang mengindikasikan ruang kenaikan masih terbuka. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan momentum positif, memperkuat peluang kelanjutan tren naik dalam waktu dekat.
Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level resistensi terdekat, analis memperkirakan potensi kenaikan lanjutan menuju area USD93.000 hingga mendekati USD100.000. Namun, kegagalan mempertahankan momentum dapat membuka peluang koreksi ke bawah, dengan target penurunan di kisaran USD80.000.
Untuk jangka menengah hingga panjang, sejumlah faktor fundamental dinilai akan menjadi pendorong utama pergerakan harga Bitcoin. Permintaan institusional melalui ETF Bitcoin Spot, ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS, serta dampak siklus Halving Bitcoin menjadi katalis yang paling banyak disorot analis.
Menjelang akhir 2025, Bitcoin diproyeksikan tetap berada dalam tren positif meski berpotensi mengalami fluktuasi. Sejumlah analis memperkirakan harga rata-rata BTC berada di kisaran USD95.000, dengan peluang menembus USD105.000 apabila sentimen pasar tetap kondusif.
Secara historis, tahun setelah peristiwa Halving kerap menjadi periode penting bagi Bitcoin. Dengan kombinasi faktor makroekonomi yang mendukung dan masuknya dana besar dari investor institusional, sentimen pasar pada 2025 secara umum masih bersifat bullish, meski risiko koreksi tetap ada.
Dalam rentang yang lebih panjang, pertumbuhan harga Bitcoin diperkirakan berlanjut hingga dekade berikutnya, meski dengan laju yang lebih moderat. Masuknya produk keuangan baru berbasis kripto dan bertambahnya arus ETF diprediksi mampu menjaga Bitcoin tetap berada di jalur penguatan dan mencetak rekor harga baru.
Sejumlah analis bahkan menyampaikan proyeksi yang lebih agresif. Beberapa lembaga riset memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai ratusan ribu dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, pendiri Ark Invest, Cathie Wood, pernah menyebut skenario ekstrem di mana harga Bitcoin dapat menembus ratusan ribu hingga jutaan dolar jika adopsi institusional terus meningkat secara masif.
Meski prospeknya menjanjikan, Bitcoin tetap dipandang sebagai instrumen investasi berisiko tinggi. Volatilitas harga yang ekstrem dan ketergantungan pada sentimen global membuat investor perlu berhati-hati. Para pakar menekankan pentingnya memahami profil risiko, tujuan investasi, serta kondisi keuangan pribadi sebelum masuk ke aset kripto.
Kenaikan harga Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh mekanisme penawaran dan permintaan internal, tetapi juga faktor politik dan makroekonomi global. Persetujuan ETF Bitcoin Spot di AS serta optimisme terhadap kebijakan pemerintah mendatang menjadi bukti bahwa dinamika eksternal kini memainkan peran yang semakin besar dalam menentukan arah harga Bitcoin ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










