Akurat

IHSG Cetak Rekor di 2025: Tembus ATH 8.710 dan Kapitalisasi Rp16.000

Yosi Winosa | 30 Desember 2025, 17:46 WIB
IHSG Cetak Rekor di 2025: Tembus ATH 8.710 dan Kapitalisasi Rp16.000

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan capaian bersejarah sepanjang 2025. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali dalam satu tahun kalender, mencerminkan kuatnya kinerja pasar modal nasional.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyampaikan, ATH terakhir IHSG tercapai pada level 8.710,69 pada Senin (8/12/2025). Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar saham Indonesia juga menembus angka psikologis Rp16.000 triliun, menjadi tonggak penting dalam sejarah pasar modal Tanah Air.
 
“All-time high kita tercapai di 8 Desember 2025 dengan nilai 8.711 dan market cap menembus Rp16.000 triliun. Sepanjang tahun ini, IHSG mencetak all-time high sebanyak 24 kali,” ujar Iman dalam konferensi pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
 
Menurut Iman, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi erat antara BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai self-regulatory organization (SRO) di lingkungan pasar modal Indonesia. 
 
 
Kolaborasi ini dinilai berperan besar dalam menjaga stabilitas, kepercayaan investor, dan pendalaman pasar. Selain faktor kelembagaan, kondisi perekonomian domestik dan global yang relatif kondusif turut menopang kinerja IHSG sepanjang tahun. 
 
Optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas kebijakan, serta perbaikan sentimen global mendorong aliran dana masuk ke pasar saham Indonesia.
 
Dari sisi penggalangan dana, BEI mencatat terdapat 956 perusahaan tercatat hingga akhir 2025. Sepanjang tahun ini, total dana yang berhasil dihimpun melalui berbagai aksi korporasi mencapai Rp278 triliun, menunjukkan peran pasar modal yang semakin strategis dalam pembiayaan ekonomi nasional.
 
Adapun jumlah perusahaan tercatat baru atau initial public offering (IPO) sepanjang 2025 tercatat sebanyak 26 emiten. Dari aksi pencatatan saham perdana tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp28 triliun, mencerminkan masih kuatnya minat perusahaan untuk melantai di bursa.
 
Iman juga mengungkapkan adanya 6 lighthouse company atau perusahaan mercusuar yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun ini. Kehadiran perusahaan-perusahaan berskala besar tersebut dinilai memperkuat struktur pasar sekaligus meningkatkan daya tarik BEI di mata investor global.
 
Dari sisi investor, pertumbuhan partisipasi masyarakat di pasar modal terus berlanjut. Hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus angka 20 juta, menandai peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang signifikan.
 
Yang menarik, dari total tersebut, lebih dari 900 ribu investor tercatat aktif melakukan transaksi secara bulanan. Sementara itu, lebih dari 250 ribu investor tercatat aktif melakukan perdagangan harian, menunjukkan likuiditas pasar yang semakin solid.
 
Berdasarkan data perdagangan BEI pada Selasa pukul 14.07 WIB, IHSG berada di level 8.636,18. Posisi tersebut mencerminkan penguatan sebesar 1.559,95 poin atau 22,03% secara year to date dibandingkan posisi awal 2025 di level 7.079,91.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa