Akurat

Opsi USD3,16 Miliar Bitcoin dan Etherium dan Kadaluarsa, Investor Masih Wait and See

Hefriday | 19 Desember 2025, 16:38 WIB
Opsi USD3,16 Miliar Bitcoin dan Etherium dan Kadaluarsa, Investor Masih Wait and See

AKURAT.CO Lebih dari USD3,16 miliar atau setara Rp52,9 triliun opsi Bitcoin dan Ethereum dijadwalkan kedaluwarsa pada Jumat pukul 08.00 UTC atau 15.00 WIB di bursa derivatif kripto Deribit. 

Peristiwa ini menjadi penyelesaian kontrak derivatif besar terakhir sebelum libur Natal, yang kerap diiringi penurunan likuiditas pasar.
 
Menjelang musim liburan, aktivitas perdagangan kripto cenderung melambat. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama ketika harga berada di area teknikal yang dianggap krusial. Alhasil, pergerakan aset kripto utama diperkirakan tidak agresif sambil menunggu katalis baru.
 
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (19/12/2025) Bitcoin menyumbang porsi terbesar dari total opsi yang kedaluwarsa, dengan nilai nosional sekitar USD2,69 miliar atau setara Rp45 triliun. Pada perdagangan terakhir, harga Bitcoin berada di kisaran USD87.194, menguat tipis sekitar 0,54% dalam 24 jam.
 
 
Level maximum pain opsi Bitcoin tercatat di USD88.000, sedikit di atas harga pasar saat ini. Level tersebut merupakan titik di mana sebagian besar kontrak opsi akan berakhir tanpa nilai, sehingga kerap menjadi area magnet harga menjelang kedaluwarsa.
 
Data open interest menunjukkan kondisi pasar yang relatif seimbang namun cenderung defensif. Tercatat 17.506 kontrak call dan 13.309 kontrak put Bitcoin yang masih terbuka, dengan rasio put-to-call sebesar 0,76. 
 
Meski call masih mendominasi, ruang kenaikan harga dinilai terbatas selama Bitcoin belum mampu menembus level USD88.000 secara meyakinkan.
 
Analis Deribit menilai konsentrasi posisi di sekitar level tersebut berpotensi menahan volatilitas. Menurut mereka, pasar kemungkinan bergerak dalam kisaran sempit hingga proses penyelesaian kontrak rampung, kecuali terjadi lonjakan harga yang signifikan.
 
Berbeda dengan Bitcoin, dinamika opsi Ethereum terlihat lebih beragam. Sekitar USD473 juta atau setara Rp7,9 triliun opsi ETH akan berakhir hari ini. Pada saat yang sama, Ethereum diperdagangkan di kisaran USD2.928, naik sekitar 3,37% dalam 24 jam terakhir.
 
Level maximum pain Ethereum berada di USD3.100, cukup jauh di atas harga spot saat ini. Struktur open interest ETH juga lebih seimbang, dengan 78.524 kontrak call dan 83.547 kontrak put, menghasilkan rasio put-to-call sebesar 1,06.
 
Distribusi posisi opsi Ethereum yang tersebar di berbagai level strike mencerminkan ketidakpastian arah jangka pendek yang lebih tinggi. 
 
Analis menilai, kondisi ini membuka peluang pergerakan harga yang lebih besar jika volatilitas kembali meningkat, meskipun untuk sementara pasar masih memilih menunggu.
 
Di luar kedaluwarsa hari ini, perhatian pelaku pasar mulai bergeser ke kontrak akhir Desember dan awal 2026. Data Deribit menunjukkan peningkatan minat pada opsi put di level USD85.000 untuk kontrak 26 Desember, menandakan masih adanya kekhawatiran terhadap potensi koreksi jangka pendek.
 
Namun demikian, pandangan jangka panjang terhadap pasar kripto dinilai tetap konstruktif. Sejumlah posisi dengan tenor lebih panjang masih mencerminkan ekspektasi bullish menuju 2026, meski saat ini pasar dibayangi sentimen kehati-hatian akibat likuiditas tipis dan ketidakpastian global.
 
Menjelang libur Natal, Bitcoin dan Ethereum berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan optimisme jangka panjang. 
 
Pelaku pasar diperkirakan akan tetap waspada terhadap potensi lonjakan volatilitas, termasuk dari faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, sebelum arah pasar benar-benar terkonfirmasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa