Jadi Penopang Penerimaan Kepabeanan, Bea Keluar Melonjak 589 Persen

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat lonjakan signifikan penerimaan bea keluar menjadi faktor utama yang menopang kinerja kepabeanan dan cukai hingga akhir November 2025.
Total penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat mencapai Rp269,4 triliun atau setara 89,3% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), di tengah dinamika global dan penyesuaian kebijakan perdagangan.
“Bea keluar ini sudah hampir enam kali lipat dari target APBN,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025 di Jakarta.
Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Skema Hapus Utang bagi Daerah Korban Bencana
Data Kemenkeu menunjukkan penerimaan bea keluar mencapai Rp26,3 triliun atau 589% dari target APBN, melonjak 52,2% secara tahunan.
Kinerja tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO), peningkatan volume ekspor produk sawit, serta kebijakan ekspor konsentrat tembaga yang masih berlangsung sepanjang 2025.
Kenaikan bea keluar ini menjadi penyangga penting di tengah pelemahan penerimaan bea masuk. Bea masuk tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 84,9% dari target APBN, namun terkontraksi 5,8% yoy.
Penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan penurunan tarif bea masuk sejumlah komoditas pangan serta pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).
Baca Juga: Kemenkeu Longgarkan TKD Rp46 T untuk Daerah Bencana hingga 2026
Menurut Suahasil, kebijakan perdagangan dan dinamika harga komoditas global menjadi faktor krusial dalam membentuk struktur penerimaan kepabeanan tahun ini.
Pemerintah menilai kinerja bea keluar mencerminkan masih kuatnya daya saing ekspor komoditas unggulan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










