Akurat

Desember Waktu Yang Tepat Untuk DCA ke Altcoin, Ini Sebabnya

Yosi Winosa | 6 Desember 2025, 18:41 WIB
Desember Waktu Yang Tepat Untuk DCA ke Altcoin, Ini Sebabnya

AKURAT.CO Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) kerap menjadi pilihan investor yang ingin meminimalkan risiko fluktuasi harga aset kripto.

Meski demikian, pendekatan ini tidak selalu menghasilkan keuntungan, terutama ketika pasar memasuki fase penurunan berkepanjangan. Namun, sejumlah indikator terbaru menunjukkan bahwa Desember dapat menjadi momentum menarik untuk mulai mengakumulasi altcoin secara bertahap.

Strategi DCA pada dasarnya menekankan pembelian berkala dengan nilai tetap. Pendekatan ini memungkinkan investor memperoleh harga masuk yang lebih baik dalam jangka panjang. 
 
Meski tidak menjamin harga akan langsung naik setelah pembelian pertama, pengelolaan modal yang tepat menjadi kunci agar peluang tidak terlewat. Salah satu alasan kuat yang mendorong optimisme tersebut adalah penurunan volume perdagangan altcoin. 
 
 
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa volume perdagangan altcoin dalam 30 hari terakhir berada di bawah rata-rata tahunan. Kondisi ini disebut menyerupai fase dasar pasar pada periode sebelumnya. 
 
Dikutip dari BeinCrypto, Sabtu (6/12/2025) Analis kripto, Darkfost, menilai bahwa penurunan volume menandakan melemahnya tekanan jual, meski sentimen pasar belum pulih.
 
Menurut Darkfost, fase volume rendah seperti ini dapat berlangsung selama beberapa pekan hingga bulan. 
 
“Ini merupakan periode yang ideal untuk menerapkan DCA, terutama jika investor masih percaya pada kelanjutan tren bullish jangka panjang,” ujarnya. 
 
Kondisi tersebut disebut memberi ruang lebih luas bagi investor untuk menentukan titik masuk yang optimal.
 
Indikator lainnya datang dari penurunan minat sosial terhadap aset kripto. Data Google Trends menunjukkan pencarian terkait kripto, termasuk nama-nama platform besar seperti Binance, OKX, CoinMarketCap, dan CoinGecko turun sekitar 70% dibandingkan puncaknya pada September 2025. 
 
CEO Alphractal, Joao Wedson, menyebut kondisi ini lazim terjadi pada fase pasar bawah. Wedson menambahkan, rendahnya minat publik secara historis justru memberikan peluang terbaik untuk melakukan akumulasi. 
 
Menurutnya, periode ketika masyarakat tidak terlalu memperhatikan pasar sering kali menjadi titik potensial untuk spekulasi, sejalan dengan prinsip “menjadi serakah ketika orang lain takut”.
 
Selain itu, indikator teknis pun menunjukkan situasi menarik. Sekitar 95% altcoin diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari, berdasarkan data CryptoQuant. 
 
Kondisi ekstrem seperti ini jarang terjadi dan dalam banyak kasus sebelumnya menandai fase akhir koreksi. Ketika indikator tersebut berada di bawah level 5%, pasar altcoin cenderung membentuk dasar sebelum bergerak pulih.
 
Dari sisi perilaku pasar, dominasi USDT (USDT.D) juga memberi sinyal positif. Ketika dominasi stablecoin ini melemah, hal itu menandakan peralihan dana dari stablecoin menuju aset berisiko seperti altcoin. 
 
Pengamatan CrypFlow menunjukkan bahwa stochastic RSI mingguan pada USDT.D mengalami cross bearish, yang mengindikasikan potensi koreksi lebih lanjut di bulan Desember.
 
BeInCrypto dalam laporan terbarunya juga mencatat bahwa kapitalisasi pasar stablecoin kembali meningkat pada awal Desember setelah sempat menurun sepanjang November. 
 
Lonjakan akumulasi stablecoin ini dinilai sebagai indikasi bahwa investor sedang mempersiapkan modal untuk masuk ke pasar kripto ketika harga berada pada level menarik.
 
Kombinasi empat faktor tersebut merupakan penurunan volume, melemahnya minat sosial, tekanan teknikal pada altcoin, serta potensi koreksi dominasi USDT yang dinilai menciptakan kondisi ideal bagi investor yang ingin mulai melakukan DCA. 
 
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa kondisi pasar kripto telah berubah dan tidak semua altcoin memiliki potensi pertumbuhan seperti pada fase altcoin season sebelumnya.
 
Karena itu, pemilihan aset menjadi tantangan utama. Investor disarankan mempertimbangkan fundamental proyek, utilitas token, dan likuiditas pasar sebelum memutuskan altcoin mana yang akan diakumulasi. 
 
Strategi DCA tetap dapat mengurangi risiko, namun keputusan tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa