Whale Mulai Akumulasi, 3 Altcoin Low Cap Ini Banjir Peminat

AKURAT.CO Pasar kripto global masih berada dalam fase pemulihan yang belum merata. Hingga akhir tahun, kapitalisasi pasar altcoin secara umum belum kembali ke level sebelumnya, sementara sentimen investor masih didominasi rasa takut yang berkepanjangan.
Namun di tengah kondisi tersebut, data on-chain justru memperlihatkan sinyal berbeda dari sejumlah aset kripto berkapitalisasi kecil. Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (27/12/2025) beberapa altcoin dengan kapitalisasi pasar di bawah USD100 juta tercatat mengalami peningkatan akumulasi oleh investor bermodal besar atau whale.
Fenomena ini kerap dibaca sebagai indikasi bahwa pelaku pasar tertentu tengah membangun posisi dengan ekspektasi kenaikan harga dalam jangka menengah, meski harga secara umum masih tertekan.
Salah satu altcoin yang masuk radar adalah Avantis (AVNT). Token decentralized exchange (DEX) yang berjalan di jaringan Base ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD89 juta. Sejak mencapai fase breakout pada Oktober lalu, harga AVNT terkoreksi tajam hingga lebih dari 85%.
Baca Juga: Whale Kripto Bergerak Tak Akur Jelang Rilis Data CPI AS, 3 Altcoin Ini Jadi Sorotan
Meski demikian, tekanan jual AVNT mulai mereda pada Desember. Pergerakan harga beralih ke fase konsolidasi atau sideways di kisaran USD0,30. Kondisi ini dibarengi dengan munculnya indikasi akumulasi on-chain yang cukup signifikan.
Data dari platform analitik Nansen menunjukkan wallet whale AVNT mengoleksi tambahan sekitar 11 juta token sepanjang Desember. Total saldo di 100 wallet terbesar meningkat 1,88%, sementara cadangan token di bursa justru turun hampir 5%. Pola ini lazim diartikan sebagai aksi beli yang diikuti pemindahan aset ke wallet pribadi untuk tujuan investasi jangka panjang.
Dari sisi distribusi kepemilikan, jumlah holder AVNT juga meningkat. Dalam 30 hari terakhir, data Holderscan mencatat kenaikan jumlah alamat pemegang dari sekitar 105.800 menjadi 109.800. Secara teknikal, AVNT juga disebut mendekati fase akhir pola falling wedge, yang kerap diasosiasikan dengan potensi pembalikan tren ke arah bullish.
Altcoin kedua yang menunjukkan pola serupa adalah Succinct (PROVE). Proyek ini mengembangkan jaringan terdesentralisasi yang memudahkan pembuatan zero-knowledge proofs (ZKP), teknologi yang kini semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan privasi di ekosistem blockchain.
Kapitalisasi pasar PROVE saat ini berada di kisaran USD75,6 juta. Sejak melantai di bursa besar seperti Binance dan Coinbase, harga token ini telah terkoreksi lebih dari 77%. Namun, laju penurunan harga mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir.
Nansen mencatat wallet whale PROVE teratas meningkatkan kepemilikan mereka sekitar 5,34%, sementara cadangan token di exchange menyusut 1,24%. Kombinasi perlambatan penurunan harga dan akumulasi whale ini memunculkan spekulasi adanya potensi rebound, meski risiko volatilitas tetap tinggi.
Sementara itu, Plume Network (PLUME) menjadi wakil dari sektor Real-World Assets (RWA) yang tengah naik daun. Plume merupakan blockchain layer-2 berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk mendukung tokenisasi aset dunia nyata. Kapitalisasi pasar PLUME saat ini sekitar USD60 juta, setelah harganya tertekan hingga 85% sepanjang kuartal terakhir.
Data on-chain menunjukkan perubahan arah yang cukup mencolok. Whale PLUME dilaporkan telah mengakumulasi hampir 7 miliar token, yang bertepatan dengan pemulihan harga sekitar 35% dari USD0,014 menjadi USD0,019. Akumulasi tersebut dinilai berhasil menghentikan tren penurunan yang berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.
Optimisme terhadap PLUME juga didorong oleh prospek sektor RWA secara lebih luas. Laporan terbaru menyebutkan nilai pasar total RWA mencetak rekor tertinggi baru pada Desember, meski kondisi pasar kripto secara umum masih diliputi ketidakpastian.
CEO Plume, Chris Yin, bahkan memperkirakan pertumbuhan sektor ini bisa mencapai 10 hingga 20 kali lipat dari sisi nilai maupun jumlah pengguna pada 2026.
Secara keseluruhan, AVNT, PROVE, dan PLUME mencerminkan tiga tema berbeda yang dinilai memiliki prospek jangka panjang, yakni decentralized exchange, privasi berbasis ZKP, dan real-world assets. Meski berstatus low-cap dan berisiko tinggi, pola akumulasi whale pada ketiga altcoin ini menjadi sinyal yang patut dicermati investor di tengah pasar yang masih rapuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









