Whale Kripto Bergerak Tak Akur Jelang Rilis Data CPI AS, 3 Altcoin Ini Jadi Sorotan
Hefriday | 20 Desember 2025, 16:34 WIB

AKURAT.CO Pasar kripto global menunjukkan sikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (Consumer Price Index/CPI).
Pelaku besar atau whale crypto terpantau tidak bergerak dalam satu arah, melainkan menerapkan strategi berbeda untuk mengantisipasi dampak kebijakan moneter The Fed terhadap pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (20/12/2025), data inflasi AS untuk November diperkirakan berada di kisaran 3,1% secara tahunan, dengan CPI inti mendekati 3,0%. Di sisi lain, indikator pasar tenaga kerja mulai melemah.
Kombinasi ini membuat pelaku pasar terbelah antara ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga dan harapan pelonggaran kebijakan moneter yang baru akan terealisasi pada 2026. Dalam situasi tersebut, whale crypto melakukan lindung nilai dengan pendekatan yang beragam.
Sebagian memilih menambah eksposur saat pasar menguat, sebagian lain justru mengurangi kepemilikan ketika harga reli, sementara kelompok lainnya menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam antarwhale. Pola ini terlihat jelas pada pergerakan sejumlah altcoin menjelang rilis data CPI.
Salah satu token yang mencerminkan aksi akumulasi adalah Pippin (PIPPIN). Data on-chain menunjukkan kepemilikan whale meningkat sekitar 12,34% dalam periode pemantauan, sehingga total simpanan mereka mencapai 410,56 juta PIPPIN. Penambahan sekitar 45 juta token ini, dengan harga saat ini, bernilai hampir USD19 juta.
Menariknya, akumulasi tersebut tidak bersifat sesaat. Dalam 24 jam terakhir, saldo whale masih terus bertambah meski dengan laju lebih lambat. Perilaku ini mengindikasikan pembentukan posisi jangka menengah, bukan sekadar perdagangan jangka pendek menjelang rilis data makro.
Dari sisi teknikal, PIPPIN sempat mencetak rekor harga tertinggi pada pertengahan Desember dan kini bergerak sedikit di bawah zona tersebut.
Harga masih bertahan dalam pola bullish flag, yang kerap menjadi sinyal kelanjutan tren naik apabila didukung sentimen pasar yang kondusif. Level krusial berada di area USD0,52. Jika mampu ditembus dengan penutupan harian yang solid, peluang kenaikan lanjutan terbuka lebar.
Namun demikian, risiko penurunan tetap perlu dicermati. Pelemahan di bawah USD0,22 berpotensi merusak struktur teknikal dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area USD0,10. Kondisi ini menunjukkan bahwa akumulasi whale pada PIPPIN tetap disertai perhitungan risiko yang ketat menjelang peristiwa makro penting.
Berbeda dengan PIPPIN, Maple Finance (SYRUP) justru menunjukkan sinyal distribusi oleh whale. Meski harga SYRUP menguat hampir 4% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 5% dalam sepekan, kepemilikan whale tercatat menurun.
Sejak pertengahan Desember, saldo whale berkurang sekitar 5,46 juta SYRUP atau setara dengan distribusi senilai kurang lebih USD1,5 juta. Divergensi antara kenaikan harga dan penurunan kepemilikan whale ini menjadi perhatian, terutama menjelang rilis CPI.
Dari sisi grafik, SYRUP membentuk pola lower high sementara indikator RSI justru mencatat higher high, memunculkan hidden bearish divergence. Pola ini kerap menandakan potensi kelelahan reli.
Level support terdekat SYRUP berada di kisaran USD0,25 hingga USD0,23. Sementara itu, untuk membatalkan skenario bearish, harga perlu kembali menembus dan bertahan di atas USD0,31. Aksi jual whale mengindikasikan kehati-hatian terhadap aset DeFi berisiko tinggi apabila inflasi kembali menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Sementara itu, dinamika paling kontras terlihat pada Fartcoin (FARTCOIN). Harga token ini terkoreksi tajam, turun hampir 17% dalam 24 jam terakhir. Penurunan tersebut mendorong whale skala menengah mengurangi kepemilikan sekitar 3,83%.
Namun, kelompok whale terbesar justru menambah akumulasi lebih dari 4%, sehingga memunculkan konflik pandangan di antara pemegang besar. Dari sisi teknikal, FARTCOIN menghadapi tekanan dengan potensi terbentuknya bearish crossover pada indikator EMA di kerangka waktu 12 jam. Level penting berada di sekitar USD0,26.
Jika ditembus, risiko penurunan lanjutan ke USD0,23 hingga USD0,17 terbuka. Sebaliknya, pemulihan di atas USD0,35 diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan pasar.
Secara keseluruhan, pergerakan whale crypto menjelang rilis CPI AS mencerminkan sikap selektif dan defensif. Akumulasi, distribusi, hingga konflik strategi antarwhale menunjukkan bahwa ketidakpastian makro masih menjadi faktor dominan.
Rilis data inflasi AS akan menjadi katalis penting yang berpotensi menentukan arah jangka pendek pasar kripto, khususnya bagi altcoin dengan volatilitas tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










