Akurat

Menjelang Natal, ADA, XLM, dan LTC Hadapi Ujian Arah Tren

Hefriday | 14 Desember 2025, 18:30 WIB
Menjelang Natal, ADA, XLM, dan LTC Hadapi Ujian Arah Tren

AKURAT.CO Pergerakan pasar aset kripto global mulai menunjukkan peningkatan volatilitas menjelang akhir tahun, meski sejumlah kategori masih cenderung bergerak terbatas.

Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (14/12/2025), salah satunya adalah kelompok altcoin berbasis Amerika Serikat atau Made in USA, yang tercatat bergerak relatif sideways sepanjang sepekan terakhir.

Minimnya pergerakan harga ini justru menjadi perhatian pelaku pasar, terutama menjelang periode Natal yang identik dengan penurunan likuiditas.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan harga kerap terakumulasi tanpa disadari dan berpotensi memicu pergerakan tajam dalam waktu singkat.

Baca Juga: Indodax Klaim Kuasai 44,68 Persen Pasar Kripto Indonesia Sepanjang 2025

Sejumlah altcoin Made in USA kini berada di area teknikal yang krusial. Pergerakan kecil di level support maupun resistance dapat menentukan arah tren jangka pendek.

Cardano (ADA), Stellar (XLM), dan Litecoin (LTC) menjadi tiga aset yang dinilai patut dicermati menjelang Natal 2025.

Cardano masih berada dalam tekanan signifikan. Dalam 24 jam terakhir, harga ADA terkoreksi sekitar 3,5% dan memperpanjang pelemahan bulanan hingga lebih dari 27%.

Upaya peningkatan sentimen melalui pembaruan jaringan Midnight belum mampu menahan tekanan jual yang datang seiring pelemahan pasar kripto secara umum.

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan Cardano mengalami penembusan ke bawah dari pola kelanjutan bearish.

Konsolidasi yang sebelumnya terbentuk berakhir dengan breakdown, menandakan dominasi penjual masih kuat. Kondisi ini membuka peluang kelanjutan tren turun jika tidak segera diimbangi oleh minat beli baru.

Level USD0,370 menjadi area krusial bagi Cardano. Selama beberapa pekan terakhir, zona tersebut berfungsi sebagai penopang harga.

Namun, jika penutupan harian jatuh di bawah level tersebut, tekanan lanjutan berpotensi membawa harga menuju area yang lebih rendah. Sebaliknya, upaya pemulihan baru akan terlihat apabila ADA mampu kembali ke atas area resistance kunci di kisaran USD0,489 hingga USD0,517.

Baca Juga: Transaksi Kripto Turun di November, OJK: Masih Terjaga

Stellar juga menghadapi fase penentuan arah. Harga XLM tercatat turun sekitar 2,5% dalam sehari dan hampir 18% sepanjang sebulan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah data adopsi jaringan yang menunjukkan sinyal campuran.

Jumlah pemegang aset berbasis real world asset (RWA) di jaringan Stellar memang meningkat dalam sebulan terakhir. Namun, total nilai aset yang terkunci justru menurun, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap prospek jangka pendek.

Dari sisi teknikal, Stellar membentuk sinyal pelemahan sejak awal Desember. Perbedaan arah antara pergerakan harga dan indikator momentum menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Level USD0,231 kini menjadi support penting.

Jika bertahan, peluang konsolidasi tetap terbuka, namun penembusan ke bawah berisiko memperdalam koreksi.

Agar struktur bearish dapat dipatahkan, XLM perlu kembali menembus area USD0,262. Level tersebut beberapa kali menahan upaya reli sejak pertengahan November dan menjadi penanda kembalinya kepercayaan pembeli.

Berbeda dengan dua aset sebelumnya, Litecoin menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik. Dalam sepekan terakhir, harga LTC justru naik sekitar 1,5%, meski secara bulanan masih terkoreksi hampir 19%.

Kinerja ini dinilai mencerminkan kombinasi antara tekanan pasar dan dukungan fundamental.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya akumulasi Litecoin oleh institusi dan dana investasi dalam beberapa waktu terakhir. Meski belum berdampak langsung pada lonjakan harga, permintaan yang stabil ini membantu LTC menghindari penurunan lebih dalam dibandingkan altcoin Made in USA lainnya.

Secara teknikal, Litecoin tengah membentuk pola pembalikan tren yang bersifat positif. Namun, konfirmasi masih dibutuhkan. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang pemulihan tetap terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat kembali menyeret LTC ke fase bearish.

Menjelang Natal 2025, ketiga altcoin Made in USA ini berada di persimpangan arah yang menentukan.

Dengan likuiditas pasar yang menipis, investor dan trader diimbau mencermati level teknikal utama serta dinamika sentimen global, mengingat pergerakan harga dapat berubah cepat dalam waktu singkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi