3 Altcoin yang Perlu Dicermati Akhir Pekan Ini Saat Bitcoin Melemah

AKURAT.CO Bitcoin kembali menunjukkan tekanan jual setelah turun sekitar 8% dalam sepekan dan sempat tergelincir di bawah level USD100.000.
Pelemahan ini membuat pergerakan sebagian besar altcoin semakin bergantung pada faktor eksternal, yang bisa menjadi katalis positif maupun negatif bagi pasar.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (15/11/2025) beberapa altcoin dinilai memiliki potensi lonjakan ataupun koreksi lebih dalam pada akhir pekan ini. Berikut tiga aset kripto yang patut mendapat perhatian.
Baca Juga: Pasar Kripto Bergejolak, Altcoin Unggulan Masih Tahan Gempuran Bitcoin
Arbitrum (ARB) diperdagangkan pada kisaran USD0,241 setelah melemah 21% dalam 24 jam terakhir. Penurunan tajam ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran menjelang jadwal pembukaan kunci token akhir pekan.
Rencana pelepasan 92,65 juta ARB senilai lebih dari USD22 juta diperkirakan menambah tekanan jual di tengah pasar yang sudah rapuh. Jika tekanan berlanjut, ARB berisiko jatuh menuju level psikologis USD0,200.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka. Apabila ARB mampu bertahan di sekitar USD0,242 dan menghindari penurunan lanjutan, altcoin ini berpotensi melakukan rebound hingga USD0,295. Penembusan level tersebut dapat menandai kembalinya kepercayaan pelaku pasar dalam jangka pendek.
Berbeda dari banyak altcoin lain, Undead Games (UDS) masih menunjukkan performa tangguh. Token ini hanya berada sekitar 23% di bawah rekor tertingginya di USD2,90, menandakan permintaan yang tetap kuat meskipun pasar kripto secara umum melemah.
Penyempitan Bollinger Bands mengindikasikan potensi lonjakan volatilitas dalam waktu dekat. Jika momentum positif muncul, UDS berpeluang menembus USD2,59 dan kembali menguji puncak sepanjang masa.
Baca Juga: Standard Chartered Sebut Stabilitas BItcoin Jadi Kunci Masa Depan DeFi
Namun, risiko penurunan tetap ada. Tekanan bearish dapat menyeret UDS ke bawah zona dukungan USD2,29 dan USD2,14.
Jika area tersebut tembus, tren bullish jangka pendek dapat berubah menjadi koreksi lebih dalam.
Berachain (BERA) diperdagangkan pada level USD1,42 setelah turun sekitar 15% dalam sepekan. Indikator Ichimoku Cloud menunjukkan potensi bullish, namun posisi awan yang berada di atas candlestick menandakan momentum pasar yang belum solid.
Peluncuran halaman klaim resmi oleh Berachain menjadi faktor yang bisa menstabilkan situasi. Fitur ini memungkinkan pengguna yang terdampak insiden Balancer v2 dan BEX untuk mengklaim kembali aset yang hilang.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan sentimen dan menjaga harga BERA di atas USD1,41, bahkan memicu rebound menuju USD1,57 jika permintaan meningkat.
Namun jika respons pasar terhadap halaman klaim tidak signifikan, BERA terancam jatuh di bawah USD1,41 dan berpotensi melanjutkan penurunan hingga USD1,31.
Dengan kondisi Bitcoin yang masih melemah, pasar altcoin diperkirakan mengalami fluktuasi lebih besar pada akhir pekan.
ARB, UDS, dan BERA menjadi tiga token yang menunjukkan dinamika signifikan. Pergerakan harga ketiganya akan sangat dipengaruhi sentimen pasar, faktor teknikal, serta perkembangan eksternal yang berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










