OJK Dorong Bali Jadi Pusat Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Hefriday | 13 November 2025, 12:49 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Bali menjadi salah satu pusat literasi dan inklusi keuangan nasional, seiring meningkatnya jumlah investor pasar modal di wilayah tersebut.
Hingga akhir 2025, jumlah investor asal Bali telah mencapai lebih dari 330 ribu orang, menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan investor tercepat di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam acara Edukasi Keuangan dan Pasar Modal di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan 2025 sekaligus memperingati HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia.
“Bali memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi keuangan di Indonesia. Antusiasme generasi muda di sini luar biasa. Mereka haus pengetahuan dan ingin berinvestasi dengan cara yang benar,” kata Inarno di Bali, Kamis (13/11/2025).
Inarno menegaskan, peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan peningkatan kualitas literasi keuangan agar masyarakat memahami risiko investasi dan terhindar dari penipuan berkedok investasi.
Pasar modal, menurutnya, adalah instrumen investasi yang aman dan diawasi secara ketat oleh OJK, bukan ruang spekulasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk berinvestasi sesuai profil risiko dan kemampuan finansial.
“Pasar modal bukan tempat spekulasi. Kita ingin melahirkan investor yang rasional, bukan emosional,” ujarnya.
Acara di UNHI turut menghadirkan narasumber dari BEI, KPEI, dan KSEI, serta diikuti oleh mahasiswa dari 22 perguruan tinggi dan 3 SMK di Bali.
Dalam kesempatan tersebut, juga diumumkan pemenang Bali Stock Trading Competition (B-STRAC) 2025, yang merupakan kompetisi trading saham bagi ASN dan mahasiswa Bali yang berlangsung pada 27–31 Oktober melalui aplikasi IDX Mobile.
Rektor UNHI, Prof. I Made Damriyasa, menyebut kerja sama antara OJK dan kampus menjadi contoh nyata sinergi dunia pendidikan dengan regulator keuangan. “Kehadiran OJK di kampus memperkaya wawasan mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori ekonomi, tetapi juga memahami praktik nyata pasar modal,” ujarnya.
Program literasi keuangan OJK di Bali merupakan bagian dari inisiatif Tematik TPAKD 2025, yang menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap produk keuangan formal dan investasi yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








