Akurat

OJK Dorong Inklusi Keuangan di Banyumas

Hefriday | 19 Oktober 2025, 20:35 WIB
OJK Dorong Inklusi Keuangan di Banyumas

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat literasi masyarakat melalui kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar di berbagai daerah, termasuk Purwokerto, Kabupaten Banyumas. 

Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui akses layanan keuangan yang bertanggung jawab.
 
Direktur Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak sekadar memastikan masyarakat memiliki rekening bank, tetapi juga bagaimana mereka mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
 
“Inklusi keuangan jangan hanya dimaknai punya rekening. Tapi bagaimana masyarakat memanfaatkan produk dan layanan keuangan untuk mendorong kesejahteraan, seperti permodalan bagi UMKM,” ujar Friderica di Purwokerto, Minggu (19/10/2025).
 
 
Kegiatan BIK di Purwokerto dilaksanakan melalui kolaborasi antara OJK, Forum Komunikasi Sektor Jasa Keuangan (FKIJK), Pemerintah Daerah Banyumas, serta berbagai lembaga jasa keuangan. 
 
Dalam acara tersebut, OJK menghadirkan pameran produk keuangan, konsultasi bagi pelaku usaha, hingga edukasi perlindungan konsumen.
 
Friderica menegaskan bahwa program inklusi ini juga merupakan bentuk implementasi mandat OJK dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
 
“Kami berpegang pada prinsip bahwa perlindungan konsumen dimulai dari literasi. Ketika masyarakat memahami produk keuangan secara benar, mereka bisa mengambil keputusan yang bijak dan tidak mudah menjadi korban penipuan,” ujarnya.
 
Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dalam memperluas akses pembiayaan yang sehat dan aman. 
 
Salah satu fokus utama adalah mendukung pelaku UMKM di daerah agar mampu mengakses permodalan formal tanpa harus bergantung pada pinjaman ilegal atau rentenir.
 
“Kami terus mendorong lembaga jasa keuangan agar hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya memberi produk, tapi juga memberi solusi pembiayaan yang cepat, mudah, dan bertanggung jawab,” jelas Friderica.
 
Program inklusi keuangan ini juga menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. 
 
Melalui peningkatan akses pembiayaan, diharapkan perekonomian lokal dapat tumbuh dari bawah dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.
 
“Dari Purwokerto hingga daerah lain, kami ingin memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh secara ekonomi. Ketika masyarakat paham dan terlindungi, maka ekonomi daerah juga akan bergerak lebih cepat,” tegasnya.
 
Friderica menambahkan, kegiatan Bulan Inklusi Keuangan dilakukan serentak di seluruh Indonesia dan puncaknya akan digelar di Surabaya. 
 
Tahun sebelumnya, puncak kegiatan berlangsung di Balikpapan. Pergiliran ini bertujuan agar semangat inklusi keuangan dapat menyentuh lebih banyak wilayah.
 
“Tujuan akhirnya jelas, yaitu masyarakat terlindungi melalui literasi dan integrasi keuangan, serta peningkatan kesejahteraan lewat inklusi yang bertanggung jawab,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa