Google Flow Kini Didukung Nano Banana, Produksi Video dan Gambar AI Makin Terintegrasi

AKURAT.CO Google resmi menghadirkan pembaruan besar untuk Flow, studio kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI) miliknya. Platform ini kini tampil dengan antarmuka baru serta kemampuan manajemen konten yang lebih rapi dan modern.
Sebelumnya, Flow lebih dikenal sebagai alat pembuat video dengan model Veo sebagai fondasi utamanya. Kini, Google mengubah arahnya menjadi pusat produksi konten terpadu untuk gambar, video dan storytelling berbasis AI.
Salah satu peningkatan utama adalah integrasi penuh Nano Banana ke dalam sistem inti Flow. Model ini memungkinkan pengguna membuat gambar secara langsung tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.
Google juga menggabungkan teknologi dari eksperimen sebelumnya seperti Whisk dan ImageFX. Integrasi ini membuat proses kreasi visual menjadi lebih praktis dalam satu ekosistem yang terhubung.
Baca Juga: Fitur AI Mode di Google Search Jadi Alat Pencarian Masa Kini
Menariknya, pembuatan gambar di Flow kini tersedia secara gratis bagi pengguna. Visual yang dibuat lewat Nano Banana dapat langsung dijadikan bahan untuk produksi video.
Untuk mempermudah proses tersebut, Google menghadirkan fitur 'Ingredients to Video' pada Veo 3.1. Fitur ini membantu menyempurnakan gambar terlebih dahulu agar hasil video lebih presisi tanpa harus menulis prompt panjang.
Dari sisi tampilan, Flow kini memiliki fitur baru bernama 'asset grid'. Kisi ini menampilkan seluruh gambar dan video dalam satu proyek secara terstruktur dan mudah dipantau.
Pengguna dapat mencari, memfilter, mengurutkan, hingga membuat koleksi aset sesuai kebutuhan. Google juga menyiapkan fitur pemindahan konten dari Whisk dan ImageFX agar seluruh materi kreatif terpusat di Flow.
Kemampuan pengeditan video pun ikut ditingkatkan dalam pembaruan ini. Pengguna dapat memperpanjang durasi klip, memotong bagian tertentu, hingga mengatur gaya pergerakan kamera dengan lebih mudah, sebagaimana dikutip dari laman resmi Google, Kamis (26/2/2026).
Dengan hal ini, Google menegaskan ambisinya menjadikan Flow sebagai pusat kreatif AI yang lebih lengkap. Platform ini sudah bisa dicoba melalui situs resminya dan menawarkan pengalaman produksi konten yang lebih efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







