Akurat

Gelombang Baru Strategi Keuangan: Era Corporate Bitcoin Treasuries

Eko Krisyanto | 12 Oktober 2025, 22:33 WIB
Gelombang Baru Strategi Keuangan: Era Corporate Bitcoin Treasuries

AKURAT.CO Gelombang baru sedang mengguncang dunia keuangan korporat. Corporate Bitcoin Treasuries, strategi di mana perusahaan menempatkan sebagian cadangan kasnya ke dalam Bitcoin, kini menjadi sorotan global.

Fenomena ini bukan sekadar tren teknologi, tetapi sinyal perubahan mendasar dalam cara perusahaan mengelola kekayaan, melindungi nilai aset, dan membangun citra sebagai inovator di mata investor.

Apa Itu Corporate Bitcoin Treasuries?

Secara sederhana, Corporate Bitcoin Treasuries adalah praktik korporat di mana perusahaan menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari perbendaharaan (treasury) mereka.

Tujuannya beragam: mulai dari diversifikasi aset, lindung nilai terhadap inflasi, hingga mengejar potensi pertumbuhan jangka panjang.

Laporan Natixis Investment Managers mencatat, adopsi aset kripto dalam strategi keuangan perusahaan kini semakin strategis, seiring dengan meningkatnya legitimasi institusional dan kejelasan regulasi di berbagai negara.

Dari MicroStrategy ke Tesla: Awal Sebuah Revolusi

Fenomena ini pertama kali mencuri perhatian dunia pada tahun 2020, ketika MicroStrategy—dipimpin oleh CEO Michael Saylor—mulai membeli Bitcoin secara agresif sebagai bagian dari strategi perbendaharaan perusahaan.

Langkah berani tersebut kemudian diikuti oleh Tesla, Block (Square), dan sejumlah perusahaan penambang kripto besar.

Sejak saat itu, konsep Bitcoin as a corporate asset berkembang pesat di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia.

Baca Juga: Mengenal DJP: Penopang Utama Penerimaan Negara dan Pembangunan Nasional

Dukungan regulasi yang semakin jelas, serta munculnya instrumen baru seperti ETF Bitcoin spot, memperkuat posisi Bitcoin sebagai alternatif investasi korporasi modern.

Mengapa Strategi Ini Semakin Diminati?

Berikut lima alasan utama mengapa Corporate Bitcoin Treasuries mulai dianggap sebagai bagian dari strategi keuangan masa depan:

  1. Hedge terhadap Inflasi

    Bitcoin memiliki suplai terbatas — hanya 21 juta unit — yang menjadikannya aset langka dan relatif tahan terhadap depresiasi nilai akibat inflasi.

  2. Diversifikasi Portofolio

    Dengan menempatkan sebagian cadangan dalam Bitcoin, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada kas dan obligasi konvensional yang rentan terhadap tekanan pasar.

  3. Citra Inovatif dan Progresif

    Investasi di aset digital memberi sinyal kuat bahwa perusahaan berani beradaptasi dan memiliki visi ke depan — sesuatu yang menarik bagi investor modern dan generasi muda.

  4. Kepastian Regulasi

    Persetujuan ETF Bitcoin spot dan penerapan fair value accounting oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) memberikan dasar akuntansi yang lebih transparan dan aman bagi perusahaan yang berinvestasi di kripto.

  5. Pendanaan Kreatif

    Perusahaan kini memanfaatkan berbagai instrumen seperti saham, obligasi konversi, atau pinjaman terstruktur untuk membeli Bitcoin tanpa mengganggu likuiditas utama mereka.

Risiko dan Peluang di Era Baru

Meski menawarkan potensi keuntungan jangka panjang, strategi ini tetap mengandung risiko, terutama dari sisi volatilitas harga dan persepsi pasar.

Namun, bagi perusahaan yang mampu mengelola eksposur dengan disiplin dan strategi yang matang, Corporate Bitcoin Treasuries bisa menjadi langkah visioner menuju masa depan keuangan digital.

Dunia bisnis kini menatap babak baru — di mana uang digital bukan lagi sekadar alat transaksi, melainkan pilar strategi korporasi modern.

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.