Akurat

Drama Pasar Kripto di Akhir September, dari UXLINK Kena Hack hingga Powell Bikin Altcoin Loyo

Hefriday | 28 September 2025, 16:09 WIB
Drama Pasar Kripto di Akhir September, dari UXLINK Kena Hack hingga Powell Bikin Altcoin Loyo

AKURAT.CO Menjelang akhir September 2025, pasar aset kripto kembali menunjukkan betapa dinamis sekaligus penuh dramanya dunia investasi digital.

Dari serangan siber yang mengguncang proyek besar, lonjakan altcoin receh, hingga sikap hawkish The Fed yang menekan euforia, investor disuguhkan rangkaian peristiwa yang memicu volatilitas tinggi.

Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (28/9/20250, berikut beberapa drama yang terjadi pada akhir bulan September ini. Drama pertama datang dari proyek UXLINK yang harus menghadapi guncangan besar usai sistem wallet multi-sig mereka diretas.

Serangan ini memanfaatkan celah delegateCall sehingga memungkinkan pencetakan ilegal hingga 2 miliar token. Dari jumlah tersebut, sebanyak 490 juta token segera dilepas ke pasar dan ditukar menjadi ribuan Ethereum (ETH).

Akibatnya, harga UXLINK anjlok tajam 68% ke posisi USD0,09 dari level USD0,30. Sejumlah bursa kripto besar pun segera menghentikan sementara setoran token untuk mencegah dampak lebih luas. 
 
 
Meski tim UXLINK menegaskan bahwa wallet pengguna tetap aman, reputasi proyek telanjur goyah. Solusi token swap kini menjadi jalan keluar, dengan dukungan firma keamanan PeckShield dan otoritas hukum.

Di tengah gejolak tersebut, altcoin dengan harga di bawah USD1 justru menarik minat investor ritel. Beberapa token yang mencuri perhatian antara lain Stellar (XLM), Cronos (CRO), Sui (SUI), dan Ethena (ENA), yang memiliki fundamental cukup kuat melalui pengembangan teknologi hingga pertumbuhan stablecoin.

Selain itu, altcoin receh seperti BONK, BTT, FLR, dan JASMY juga ramai diperdagangkan. Meskipun berisiko tinggi, harga murah membuat aset ini menjadi pintu masuk bagi investor kecil yang berharap meraih cuan cepat menjelang Oktober 2025.

Bitcoin (BTC) tak ketinggalan jadi pusat perhatian dengan ramalan spektakuler dari sejumlah tokoh. Robert Kiyosaki dan Arthur Hayes termasuk di antara nama besar yang memproyeksikan harga BTC bisa menembus USD350.000 jika kapitalisasi pasarnya menyamai emas. Faktor likuiditas global dan kebijakan The Fed disebut akan menjadi katalis utama.

Namun, sinyal bearish justru ikut mengiringi optimisme ini. Indikator on-chain seperti SOPR melemah, pemegang jangka pendek rawan melakukan aksi jual di level psikologis USD111.400, serta turunnya Sharpe Ratio. Kombinasi faktor ini membuat pasar Bitcoin terjebak dalam tarik ulur antara ekspektasi reli dan ancaman koreksi.

Fenomena paling mencolok pekan ini datang dari Aster Token (ASTER). Diluncurkan pada 17 September, token ini langsung melonjak dari USD0,02 ke USD2 hanya dalam hitungan hari—kenaikan fantastis lebih dari 7.000%.

Kenaikan ini ditengarai didorong oleh endorsement halus dari pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), di media sosial, yang kemudian diikuti dengan pencatatan di sejumlah bursa besar. Namun, data on-chain memunculkan kontroversi: enam wallet dilaporkan menguasai lebih dari 96% pasokan ASTER, sehingga memicu tudingan manipulasi pasar.

Dari sisi makroekonomi, keputusan The Federal Reserve memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 4,00–4,25% awalnya disambut positif. Namun, nada hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan inflasi masih jauh dari terkendali.

Pernyataan Powell ini membuat pasar altcoin kehilangan momentum. Ethereum mulai kehilangan tenaga, sementara rotasi modal ke altcoin yang sebelumnya diprediksi menguat, justru meredup lebih cepat dari perkiraan.

Lima peristiwa besar ini menjadi cerminan kondisi pasar kripto yang sarat peluang, sekaligus dibayangi risiko besar. Dari sisi teknologi, kasus UXLINK menunjukkan kerentanan proyek blockchain meski telah mengusung sistem keamanan modern. 
 
Di sisi lain, euforia Aster Token memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh figur publik terhadap harga aset digital.

Dengan kondisi yang begitu fluktuatif, trader dan investor dituntut lebih jeli membaca arah pasar. Fenomena altcoin receh memang menggoda, tetapi potensi kerugian tetap besar jika tidak diimbangi riset dan manajemen risiko. Begitu pula dengan Bitcoin, meski ada proyeksi fantastis, sinyal bearish tak bisa diabaikan begitu saja.

Menjelang kuartal terakhir 2025, pasar kripto berada dalam persimpangan penting. Ada optimisme jangka panjang, namun faktor eksternal seperti kebijakan moneter global serta isu keamanan proyek tetap menjadi tantangan utama. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa